J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • HOME
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
 

              Review Xiaomi Redmi: Kuda Hitam di Kelas Mainstream

              Review Xiaomi Redmi: Kuda Hitam di Kelas Mainstream

              00
              Rabu, 26 Nov 2014, 11:15 WIB
              Xiaomi menjadi kuda hitam di pasar smartphone Indonesia setelah populer dengan Redmi di kelas mainstream.

              Xiaomi adalah salah satu pendatang baru di pasar smartphone Indonesia. Di negara asalnya, Cina, Xiaomi sudah sangat diperhitungkan dalam industri gadget karena berhasil menyajikan perangkat Android yang dijual dengan harga terjangkau namun dibuat dengan kualitas setara produk dengan merek-merek ternama.

              Dengan status sebagai kuda hitam, Xiaomi masuk ke Indonesia dan menawarkan smartphone dengan harga miring. Namun jangan salah, smartphone Xiaomi bukanlah produk kelas bawah yang dijual hanya mengandalkan harga murah.

              Salah satu produknya, yaitu Xiaomi Hongmi yang juga dikenal dengan nama Xiaomi Redmi, memiliki spesifikasi yang tergolong kelas menengah dan dibalut dalam bodi yang berkualitas. Smartphone ini bersaing langsung dengan Motorola Moto G dan ASUS ZenFone 5 yang memiliki kisaran harga Rp2 jutaan.

              Specification

              • Chipset : MediaTek MT6589T
              • CPU : 4-core 1,5 GHz
              • Internal Storage : 4 GB
              • External Storage : Ya
              • Sistem Operasi : Android 4.2
              • RAM : 1 GB
              • Layar : 4,7 inci
              • Resolusi : 1280 x 720 piksel
              • Dimensi : 13,7 x 6,9 x 0,99 cm
              • Bobot : 158 gram
              • Baterai : Li-Po 2.000 mAh
              • Kamera : 8 MP (belakang) dan 1,3 MP (depan)
              • Paket Penjualan : Manual, Charger, Kabel data, Earphone
              • Bluetooth : Ya
              • Jaringan : GSM+GSM (Dual SIM)
              • NFC : Tidak
              • Wi-Fi : Ya
              • Micro USB : Ya
              • Radio : Ya
              • Browser : HTML 5
              • Proteksi : Gorilla Glass 2
              • GPS : Ya
              • Anti-air : Tidak
              • Anti-debu : Tidak
              • Warna : Black, Chinese Red, Metallic Gray

              Handling

              Sebagai salah satu smartphone berlayar besar, Redmi tak bisa dikatakan sebagai smartphone yang nyaman di telapak tangan. Ada dua hal yang menyebabkannya. Pertama, bodinya tebal, sekitar 1 cm. Kedua, bagian belakangnya yang terbuat dari plastik terasa licin karena tidak memiliki kontur khusus. Rasa licin ini akan lebih terasa ketika kamu menggunakannya di ruangan yang dingin. Untuk itu, kami sarankan agar kamu menggunakan casing tambahan.

              Jika bermain tebak-tebakan, rasanya kamu akan sulit mengenali Redmi hanya dari fisiknya saja. Dari beberapa orang yang kami tanya untuk menebaknya dengan keadaan layar mati, hampir seluruhnya mengatakan bahwa smartphone yang kami pegang adalah "handphone Cina atau merek lokal. Anggapan itu timbul karena bagian depan Redmi tak menampilkan identitas apapun dan terlihat biasa-biasa saja. Tidak ada ciri khas khusus atau pun logo Xiaomi. Ketika melihat bagian belakangnya, kamu baru bisa mengenali bahwa ini adalah smartphone Xiaomi melalui logo Mi .

              Redmi mendukung penggunaan dua SIM card GSM secara bersamaan. Operator pertama mendukung 3G, sedangkan operator kedua hanya untuk komunikasi konvensional (telepon dan SMS). Di mana letak slot SIM card-nya? Letaknya ngumpet di balik tutup baterainya. Kamu bisa membukanya melalui celah di bagian kanan bawah bodi menggunakan ibu jari. Selain dua slot SIM card, ada pula slot micro SD yang mendukung kapasitas hingga 32 GB.

              Kami menemukan satu keunikan pada tombol utama Redmi. Ketiga tombol yang disediakan, yaitu Menu, Home, dan Back tidak disertai backlight. Praktis, penggunaan di ruangan gelap menjadi lebih sulit, apalagi jika belum terbiasa.

              Software

              Salah satu keunggulan dan keunikan smartphone Xiaomi adalah User Interface (UI). Xiaomi memercayakan MIUI untuk dijadikan magnet bagi mereka yang bosan dengan UI standar Android. Ketika mencoba Redmi, kami memang merasakan perbedaan yang signifikan. Kamu yang gemar mengotak-atik smartphone pasti menyukainya.

              MIUI Redmi tidak memiliki halaman App Drawer. Jadi, semua aplikasi yang kamu install "menumpuk di halaman Homescreen, mirip seperti iPhone. Kamu juga bisa menempatkan widget di sana. Untuk menghindari halaman yang terlalu ramai, kamu bisa menyatukan beberapa aplikasi ke dalam folder.

              Menggeser halaman Homescreen pada Redmi terasa menyenangkan karena kita bisa menggunakan delapan pilihan efek transisi, mirip seperti launcher 3rd party, contohnya GO Launcher. Efek-efek ini berjalan dengan baik, meski terkadang terasa sedikit lag atau kurang responsif.

              Selain unik, UI Redmi juga sangat praktis. Kamu tidak perlu sering-sering berkunjung ke menu Settings karena sebagian besar shortcut yang ada di dalam menu Settings seperti brightness, WiFi, Bluetooth, dan lainnya bisa ditemukan di halaman notifikasi. Caranya dengan menyapu layar dari atas ke bawah, lalu pilih tab Toggles .

              Kami memiliki catatan khusus mengenai kustomisasi apa saja yang bisa kamu lakukan pada MIUI milik Redmi. Sebagian besar kustomisasi dapat ditemukan dalam menu Settings. Pertama, kamu bisa mengubah tampilan UI menjadi sangat sederhana dengan mengaktifkan Lite Mode . Kami yakin para pengguna lanjut usia akan menyukai mode ini karena ikon aplikasi menjadi besar dan jelas terlihat.

              Kedua, kamu bisa mengatur fungsi tambahan masing-masing tombol pada Redmi. Melalui menu Settings, kemudian masuk ke menu Buttons, kamu bisa temukan opsi untuk mengatur fungsi tombol ketika ditekan dalam durasi lebih lama. Misalnya, menekan tombol Back lebih lama akan menampilkan Recent Apps atau menekan tombol Home lebih lama akan menutup aplikasi yang sedang berjalan.

              Ketiga, kamu bisa memodifikasi tampilan UI melalui aplikasi Themes. Di dalamnya tersedia banyak theme, namun kebanyakan berbayar. Aplikasi ini masih sangat kental dengan hal berbau oriental karena menu-menunya pun masih menggunakan bahasa Mandarin. Kamu yang menguasai bahasa Mandarin pasti tak akan kerepotan.

              Keempat yaitu lampu notifikasi yang sangat berguna sebagai penanda apabila ada pesan atau panggilan masuk. Posisi lampu notifikasi Redmi terletak tepat di bawah tombol Home. Kamu bisa mengganti warnanya dengan tujuh pilihan warna menarik, seperti merah, biru, hijau, kuning, atau putih.

              Hardware

              Seperti yang sudah kami jelaskan di awal artikel, Redmi merupakan smartphone kelas menengah. Selama menggunakannya, kami merasa seperti masih ada yang kurang dengan performanya. Beberapa kali kami merasakan adanya delay ketika sedang mengetik, karena huruf-huruf yang diketik terlambat muncul di layar. Kemungkinan besar, hal ini disebabkan minimnya kapasitas memori yang tersedia.

              Redmi dibekali dengan memori 1 GB. Dari pengamatan kami, MIUI pada Redmi rata-rata menghabiskan memori hingga 60% atau sekitar 550 MB, sehingga memori tersisa sekitar 400 MB saja. Ketika menjalankan hingga lebih dari lima aplikasi sekaligus atau membuka browser dengan banyak tab, sisa memori akan lebih cepat terkuras. Sayangnya, hingga artikel ini ditulis, belum ada update OS yang disediakan, sehingga masih berkutat di Android 4.2.2. Biasanya, penggunaan RAM maupun storage setelah meng-upgrade OS akan jauh lebih baik.

              Dari sisi storage, Redmi hanya tersedia dengan kapasitas 4 GB, tidak ada pilihan kapasitas lain yang lebih besar. Dari total 4 GB, hanya setengahnya atau sekitar 2 GB yang bisa kamu gunakan untuk meng-install aplikasi, sementara 2 GB lainnya terpakai oleh sistem. Sebenarnya terasa cukup pas-pasan, terutama untuk kamu yang hobi meng-install game berukuran besar. Kami sarankan bagi kamu yang hobi menonton atau mendengarkan musik untuk menggunakan microSD dengan kapasitas maksimal 32 GB.

              Beralih ke layar, Redmi tampil memesona berkat kejernihan layarnya, terutama dengan karakteristik layarnya yang dapat menampilkan warna dengan cerah. Ini berkat tipe layar glossy IPS yang digunakan. Meski resolusinya masih 720p, kami tak melihatnya sebagai sebuah kekurangan karena layarnya masih dapat menampilkan konten apapun dengan detail.

              Dengan kejernihan tampilannya, ternyata layar glossy IPS yang digunakan juga memiliki kekurangan. Kami menemukan banyaknya sidik jari yang menempel di layar meski baru digunakan beberapa saat. Hal ini bisa saja sangat mengganggu pemandangan. Selain itu, layarnya juga memantul saat digunakan di ruangan terbuka. Alhasil, selain bisa melihat sidik jari, kamu juga bisa melihat refleksi wajah kamu sendiri di layar seperti siluet. Bagi kami, ini cukup mengganggu. Kamu bisa menyiasatinya dengan menggunakan pelindung layar tambahan.

              Benchmark

              Untuk menjalankan aplikasi berat, performa Redmi memang tak terlalu mengesankan, terlebih bila dibandingkan smartphone lain yang menggunakan CPU quad-core dari Snapdragon. Meski begitu, kamu tetap bisa menggunakannya dengan nyaman untuk bermain game kasual seperti Clash of Clans.

              Kami menguji performanya menggunakan empat aplikasi benchmark sintetis. Yang pertama yaitu AnTuTu Benchmark untuk menguji performa prosesor. AnTuTu menilai prosesor quad-core besutan MediaTek yang digunakan Redmi masih sedikit di bawah performa prosesor dual-core milik Intel yang digunakan ASUS ZenFone 5.

              Pengujian AnTuTu Tester digunakan untuk menguji performa baterai. Meskipun baterai Redmi hanya berkapasitas 2.000 mAh, nyatanya sudah cukup efisien menyokong hardware Redmi bila dibandingkan dengan baterai 3.050 mAh milik Mi3.

              3DMark Ice Storm Unlimited dijalankan untuk menguji performa grafis. Bisa dilihat, perpaduan GPU PowerVR SGX544MP2 dan CPU MediaTek 6589T 1,5 GHz pada Redmi sudah mulai tertinggal dengan pesaingnya, semisal Adreno 305 yang digunakan Sony Xperia T3. Kamu harus berpikir ulang jika ingin menggunakannya untuk menjalankan game dengan grafis kelas berat.

              Sunspider digunakan untuk menguji responsivitas saat browsing menggunakan Google Chrome. Hasilnya, Redmi masih sangat mumpuni digunakan untuk membuka situs-situs favorit kamu.

              Imaging

              Bicara soal kualitas, kamera utama beresolusi 8 MP milik Redmi mampu menangkap gambar dengan warna lebih cerah dibanding smartphone Android kelas menengah pada umumnya. Hasil maksimal bisa didapat, baik ketika menggunakan flash maupun tanpa flash. Hanya saja, sensor kamera Redmi kurang cepat untuk memotret di dalam ruangan dengan cahaya seadanya. Kamu harus memastikan posisi tangan tetap stabil agar gambar tidak blur. Biasanya, hal ini disebabkan oleh prosesor yang memang kurang optimal dalam mendukung kecepatan kamera.

              Fitur-fitur kamera pada Redmi tergolong lengkap. Ada mode panorama, HDR, ada juga opsi untuk mengatur exposure, memilih ISO (100-1600), white balance, serta efek seperti sephia, black and white, dan lainnya. Namun kamu tak akan menemukan menu timer pada kamera Redmi.

              Pada pengujian pengambilan gambar di dalam ruangan tanpa menggunakan flash dengan mode Auto, kamera Redmi dapat bekerja maksimal dan menangkap objek dengan detail. Warna yang dihasilkan pun terlihat memuaskan.

              Selanjutnya, kami mengambil gambar yang sama, juga dengan kondisi cahaya ruangan yang sama. Hanya saja, kali ini kami mengaktifkan flash dan menempatkan titik fokus pada jagung. Hasilnya pun sama, objek dapat ditangkap dengan optimal.

              Memotret di luar ruangan menggunakan Redmi jauh lebih menyenangkan karena shutter dapat bekerja jauh lebih cepat. Masih menggunakan mode auto, objek dedaunan tertangkap dengan detail. Perbedaan warna hijau antara pohon satu dengan yang lainnya juga dapat terlihat jelas.

              Verdict

              Sebelumnya, ASUS ZenFone 5 menjadi pemenang tunggal untuk Android kelas menengah. Kedudukannya bisa saja terancam seiring mulai banyaknya produk-produk Xiaomi di Indonesia, khususnya Redmi. Harganya dapat bersaing dengan smartphone Android lokal, namun bisa memberikan komposisi hardware lebih baik. Bukan tak mungkin, Redmi bisa menemani ZenFone 5 menduduki singgasana Android di kelas menengah.

              Komentar
              BERIKAN KOMENTAR

              Keluar dari JalanTikus

              Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

              Ya
              Batal