J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • HOME
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
 

              Review Asus ZenFone 6: Layar Besar Bukan Masalah

              Review Asus ZenFone 6: Layar Besar Bukan Masalah

              00
              Kamis, 27 Nov 2014, 19:00 WIB
              ASUS ZenFone 6 menjadi varian ZenFone terbesar, tercepat, dan termewah dengan harga rasional, yaitu Rp3.099.000

              ASUS ZenFone 6 menjadi smartphone dari keluarga ZenFone dengan dimensi terbesar serta performa tercepat hingga saat ini. Meski begitu, ASUS membanderolnya dengan harga yang masih masuk akal, yakni Rp 3.099.000. Layarnya yang besar dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan multimedia penggunanya.

              Specification

              • Chipset : Intel Atom Z2580
              • CPU : 2-core 2.0 GHz
              • Internal Storage: 16 GB
              • External Storage: Ya
              • Sistem Operasi: Android 4.3
              • RAM : 2 GB
              • Layar : 6 inci
              • Resolusi : 1280 x 720 piksel
              • Dimensi : 16,7 x 8,4 x 1 cm
              • Bobot : 196 gram
              • Baterai : 3.300 mAh
              • Kamera : 13 MP (belakang) dan 2 MP (depan)
              • Paket Punjualan : Manual, Charger, Kabel data
              • Bluetooth : Ya
              • Jaringan : GSM+GSM (dual SIM card)
              • NFC : Ya
              • Wi-Fi : Ya
              • Micro USB : Ya
              • Radio : Ya
              • Browser : HTML 5
              • Proteksi : Gorilla Glass 3
              • GPS : Ya
              • Anati-air : Tidak
              • Anti-debu : Tidak
              • Warna : Charcoal Black, Pearl White, Cherry Red, Champagne Gold

              Handling

              Masalah klasik yang sering dijumpai pada smartphone berlayar besar di atas 5 inci, atau biasa disebut phablet adalah kenyamanan. Apakah hal ini juga terjadi pada ZenFone 6? Smartphone ini memiliki dimensi keseluruhan 16,7 x 8,4 cm dengan ketebalan 1 cm, sementara bobotnya 196 gram. Dengan dimensi yang dimilikinya, ZenFone 6 bisa memberikan rasa nyaman bagi tangan yang menggenggamnya. Lebarnya, tebalnya, serta material bagian belakangnya berandil besar dalam menciptakan kenyamanan pada ZenFone 6.

              Bagian belakang ZenFone 6 dibuat melengkung guna meningkatkan kenyamanannya. Materialnya dilapisi dengan coating khusus sehingga tak mudah baret atau kotor. Bagian belakangnya dapat dibuka guna memasukkan dua buah SIM Card GSM dan satu microSD. Perlu diketahui, meski dua SIM Card dalam ZenFone 6 bisa aktif secara bersamaan untuk fungsi telepon dan SMS, namun koneksi internet yang bisa digunakan hanya dari salah satu SIM Card saja.

              Kami berpendapat, ZenFone 6 adalah ZenFone yang paling mewah dibanding tiga varian ZenFone lainnya. Bodinya yang bongsor membuat keindahan desainnya semakin terlihat jelas. Layarnya pun terlihat lega karena memiliki bezel atau tepian yang tipis. Untuk memudahkan pengguna dalam mengetahui ada pesan yang masuk, ASUS turut menyertakan sebuah LED atau lampu notifikasi di bagian atas layarnya.

              Bisa disimpulkan, ASUS ZenFone 6 mutlak hanya nyaman ketika digunakan dengan dua tangan. Penggunaan dengan satu tangan hanya nyaman dilakukan untuk kegiatan pasif, seperti membaca atau melihat halaman web atau media sosial. Sementara untuk kegiatan aktif seperti mengetik, kamu membutuhkan dua tangan sekaligus.

              Ketika digunakan untuk kebutuhan komputasi berat, ZenFone 6 juga tak menghasilkan panas berlebih. Kami hanya merasakan sedikit hangat di bagian belakangnya, namun tidak sampai mengganggu kenyamanan. Hal ini bisa jadi karena bentuknya yang besar, sehingga banyak ruang sirkulasi untuk hardware-nya.

              Software

              Berbekal user interface yang sama, pengalaman menggunakan ZenFone 6 mutlak tak jauh berbeda dari ZenFone lainnya. Tampilannya, menu-menunya, fitur, hingga aplikasi bawaan yang ada pada ZenFone 6 sama seperti ZenFone 4 dan 5. Hanya saja, karena hardware ZenFone 6 adalah yang tertinggi dibanding ZenFone lainnya, maka responsifitas yang kami rasakan pun menjadi jauh lebih baik.

              Kali ini, kami tak akan membahas secara mendalam fitur-fitur apa saja yang ada pada ZenUI milik ZenFone 6. Kamu bisa melihat pembahasan lebih detail tentang ZenUI pada review ZenFone 4S yang sudah kami ulas. Yang jelas, ZenUI memiliki tampilan eksklusif, informatif, dan responsif. Pada review ZenFone 4S tersebut, kamu bisa melihat beberapa fitur unggulan ZenUI, seperti kemampuannya menyembunyikan dan mengunci aplikasi, tampilan halaman notifikasi yang sangat informatif, serta beragam aplikasi eksklusif yang disertakan di dalamnya.

              Ada satu fitur eksklusif yang hanya ada pada ZenFone 6, yaitu Auto MicroFilm dan Collage. Kamu bisa menjumpai fitur ini di dalam galeri foto. Fitur ini berguna untuk membuat video pendek secara otomatis, seperti slideshow dari foto-foto yang ada di dalam galeri foto.

              Kamu bisa memilih foto mana saja yang mau kamu gabungkan, selanjutnya kamu bisa menambahkan efek atau tema video, yaitu Sports, Memory, Carnival, Country, dan Life. Masing-masing tema memiliki efek dan music background yang berbeda-beda. Fitur ini bisa dibilang mirip seperti HTC Zoe. Sementara Collage berguna untuk menggabungkan beberapa foto ke dalam satu frame yang sama dengan susunan yang menarik.

              Hardware

              Lebih besar, lebih mewah, dan lebih cepat. Ketiga poin tersebut rasanya cocok dialamatkan kepada ZenFone 6 ketika dibandingkan dengan ZenFone 4, 4S, dan 5. ZenFone 6 memiliki prosesor dual-core Intel Atom Z2580 berkecepatan 2 GHz, lebih tinggi dari prosesor Intel Atom Z2560 (1,6 GHz) pada ZenFone 5 dan Intel Atom Z2520 (1,2 GHz) pada ZenFone 4 dan 4S.

              Selain kecepatan prosesor lebih tinggi, ZenFone 6 juga memiliki kapasitas RAM lebih lega, 2 GB. Kapasitas ini sudah lebih dari cukup, karena sistem ZenUI pada ZenFone 6 hanya mengonsumsi RAM sekitar 500 MB saja. Jadi, sisa kapasitas lebih dari 1 GB lainnya bisa kamu alokasikan untuk kebutuhan multitasking atau membuka halaman web dengan banyak tab sekaligus. Begitu pun dengan internal storage yang lega. Kamu bisa puas menginstal aplikasi dan game hingga mendekati 10 GB.

              Di luar hardware utama, ZenFone 6 juga memiliki keunggulan pada sisi layar. Di atas kertas, perpaduan dimensi layar 6 inci dan resolusi 1.280 x 720 pixel yang dimilikinya bisa dikatakan tak terlalu optimal. Pasalnya, layarnya hanya memiliki kepadatan pixel 245 ppi saja, sementara smartphone kelas atas rata-rata memiliki layar dengan kepadatan di atas 300 ppi. Namun, kami mendapati kualitas layarnya yang sangat baik. Bahkan, kami berani mengatakan bahwa layar ZenFone 6 terlihat seperti memiliki resolusi 1920 x 1080 pixel, bukan 1280 x 720 pixel. Tampilannya mengkilat, tajam, dan cerah. Warna hitam yang ditampilkan pun tergolong pekat. Hal ini bisa tercipta karena ZenFone 6 menggunakan panel IPS pada layarnya. Pun saat digunakan di luar ruangan.

              Menikmati konten multimedia menggunakan ZenFone 6 sangatlah mengasyikkan. Dengan dimensi layar besar, tampilan berkualitas, dan speaker cukup lantang (di area sepi), membuat kami merasa sangat nyaman menonton menggunakannya. Begitu pun untuk bermain game. Namun perlu diingat, GPU PowerVR SGX544MP2 yang digunakan masih sedikit kekurangan tenaga ketika kami memainkan game Counterspy. Game bisa dimainkan dengan cukup baik, namun sesekali terasa ada lag.

              Benchmark

              Sebagai varian ZenFone terbaik, ZenFone 6 berhasil menunjukkan performa yang lebih baik dari pesaing sekelasnya. Hal ini bisa kamu buktikan melalui hasil benchmark AnTuTu v4.5.3, dimana skor yang diperoleh menembus angka 20 ribu. Namun, Intel Atom Z2580 yang digunakannya masih belum mampu melampaui perolehan skor Xiaomi Mi3 yang dibekali CPU Qualcomm Snapdragon 801. Biasanya, kami turut menguji performa baterai menggunakan AnTuTu Tester. Sayangnya, hingga tulisan ini selesai, kami belum mendapatkan hasil pengujian baterai karena mengalami kegagalan atau crash. Kami akan segera melakukan update setelah mendapatkan hasil benchmark-nya.

              Beralih ke pengujian grafis menggunakan 3DMark Ice Storm Unlimited, skor yang diraih adalah 7 ribu poin. Ini berarti, ZenFone 6 bisa diandalkan untuk memainkan game dengan detail grafis menengah ke atas, salah satunya game Counterspy besutan Sony Entertainment. Namun untuk game kelas berat seperti Anomaly, performanya terasa kurang.

              Respon yang baik berhasil ditunjukkan oleh ZenFone 6 ketika digunakan untuk browsing. Smartphone ini mampu hasilkan waktu 906,8 ms dalam pengujian Sunspider. Padahal, varian ZenFone lainnya membutuhkan waktu di atas 1.500 ms. Dalam pengujian ini, skor lebih kecil menandakan kemampuan lebih baik.

              Imaging

              ZenFone 6 adalah rajanya ZenFone. Hal ini juga berlaku untuk kamera karena resolusi yang dimilikinya adalah yang tertinggi dibanding ZenFone lainnya, yakni 13 MP. Hasil foto menggunakan mode Auto dengan resolusi dan kualitas tertinggi mencapai resolusi 4096 x .072 pixel dengan ukuran file 4,2 MB.

              Setelah kami coba, fitur-fitur yang ada pada kamera ZenFone 6 tak berbeda dari ZenFone lainnya. ZenFone 6 masih mengandalkan teknologi PixelMaster dari ASUS yang hadir membawa 13 mode foto menarik yang tak banyak ditemui pada smartphone Android lainnnya. Sebut saja mode Low light untuk memotret di area gelap agar hasil menjadi terang, mode Miniature untuk menciptakan foto seperti mainan, hingga Selfie untuk mempercantik foto diri dengan berbagai pengaturan di dalamnya.

              Jika ingin bereksperimen dengan kamera ZenFone 6, kamu bisa mencoba beberapa pengaturan utama, seperti mengatur ISO, nilai exposure, mengaktifkan fitur Anti-shake, hingga mengubah white balance. Kameranya juga bisa mengabadikan hingga 100 foto sekaligus dalam sekali jepret dengan cara menekan tombol shutter. Yang tak kalah menarik yaitu tiga pilihan mode auto focus seperti yang bisa dilihat pada gambar di atas.

              Berikut adalah hasil foto menggunakan kamera ZenFone 6 dengan mode Auto serta menggunakan resolusi dan kualitas tertinggi. Seperti biasa, foto pertama diambil di dalam ruangan tanpa menggunakan flash. Detail dan warna setiap buah tersaji dengan baik, sesuai aslinya.

              Sedangkan memotret menggunakan flash di ruang cukup terang, hasilnya justru memperburuk keadaan. Karena sensornya sudah bisa mendapat cahaya cukup, tembakan lampu flash malah membuat objek terdepan menjadi terlalu terang. Bisa dikatakan, flash pada ZenFone 6 baru akan optimal jika cahaya ruangan minim atau gelap saja.

              Hasil foto luar ruangan tanpa flash tak perlu diragukan lagi. Gambar dapat ditangkap dengan sangat baik, detail yang tersaji setara dengan kamera Xiaomi, namun warna yang dihasilkan lebih natural.

              Verdict

              Perangkat berlayar besar seperti ASUS ZenFone 6 diciptakan untuk mereka yang mengutamakan sisi multimedia. Hal ini bisa dilakukan dengan baik menggunakan ZenFone 6. Apalagi, kualitas layarnya sangat baik. Penggunaan dalam waktu lama juga tak menimbulkan panas berlebih. Kamu bisa asyik browsing, nonton, atau main game dengan durasi cenderung lebih lama dari biasanya, karena smartphone ini disokong baterai 3.300 mAh.

              [tokopedia][/tokopedia]

              Artikel Menarik Lainnya

              Komentar
              BERIKAN KOMENTAR

              Keluar dari JalanTikus

              Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

              Ya
              Batal