J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

Canggih! Inilah Cara Kerja Sensor Fingerprint Pada Smartphone

Canggih! Inilah Cara Kerja Sensor Fingerprint Pada Smartphone

Selasa, 17 Jan 2017, 14:00 WIB
Smartphone kamu tentu sudah terdapat sensor fingerprint untuk locknya. Tapi tahukah kamu cara kerja sensor fingerprint smartphone dan jenis-jenisnya?

Kali ini Jaka mau mengulas cara kerja sensor fingerprint pada smartphone. Ya, teknologi pemindai sidik jari atau fingerprint sensor kini bukan lagi fitur mewah yang hanya tersedia pada smartphone mahal. Bahkan, smartphone murah harga Rp1 jutaan pun sudah mengemas sistem keamanan tambahan tersebut.

Dibandingkan dengan password, PIN, atau pattern, fingerprint sensor lebih praktis sebagai kode akses untuk mengaktifkan smartphone. Sistem ini tidak mudah dibobol, karena tidak ada manusia yang memiliki pola sidik jari yang sama.

Tentu kamu mau tahu kan bagaimana cara kerja sensor fingerprint smartphone dan jenis-jenisnya. Berikut ulasannya, disimak ya!

BACA JUGA
  • Tips Smartphone dengan Fingerprint Supaya Aman
  • Teknologi Fingerprint Baru Samsung Lebih Canggih dari Google Pixel

Jenis dan Cara Kerja Sensor Fingerprint Smartphone

Nah, seiring perkembangannya, teknologi ini menjadi semakin cepat dan lebih akurat dalam melakukan tugasnya. Biar nggak penasaran, berikut Jaka jelaskan cara kerja pemindai sidik jari dan jenis-jenisnya.

Optical Scanners

Optical Fingerprint Scanner

Optical fingerprint scanners adalah metode tertua yang memanfaatkan cahaya saat merekam pola sidik jari. Jari diletakkan di atas sebuah scanner, biasanya terbuat dari kaca.

Selanjutnya dari bawah pemindai, pemancar cahaya menerangi permukaan ujung jari. Pantulan cahaya ditangkap alat penerima sehingga foto sidik jari didapat.

Teknik ini menggunakan algoritma untuk mendeteksi pola unik di permukaan sidik jari. Kemudian menganalisis dengan area gelap yang menandakan cahaya yang lebih reflektif (bukit) dan area terang yang menandakan cahaya yang kurang reflektif (lembah).

Sayangnya, sistem ini memiliki beberapa kekurangan. Teknologi ini hanya dapat menangkap gambar 2D dan kurang aman karena bisa ditipu. Selain itu, pola sidik jari yang didapat sangat bergantung pada kondisi kulit telapak jari.

Artinya, jika jari kotor atau kulit sedang terkelupas, pemindai mungkin akan gagal mengenali sidik jari kamu.

Capacitive Scanners

Teori Dan Arsitektur Di Balik Chip Pemindaian Sidik Jari Kapasitif

Jenis yang paling umum ditemukan dari teknologi pemindai sidik jari yang digunakan saat ini di smartphone adalah pemindai kapasitif, yakni menggunakan sensor ultrasonik atau kapasitans (capacitive).

Sesuai namanya, sensor kapasitans ini menggunakan alat elektronik semacam kapasitor untuk memindai sidik jari. Alih-alih menciptakan citra tradisional sidik jari, kapasitor menyimpan muatan listrik yang disambungkan dengan piringan konduktif pada layar smartphone sehingga bisa digunakan melacak detail sidik jari.

Muatan listrik pada kapasitor akan sedikit berubah saat bagian garis menonjol pada sidik jari ditempelkan pada piringan konduktif. Sementara itu, antar sela garis yang menonjol hampir tidak berpengaruh terhadap kapasitor. Dari sinilah citra sidik jari didapat.

Ultrasonic Scanners

Sementara sensor ultrasonik memanfaatkan gelombang ketika memindai sidik jari, hasil pemindaian sidik jari dengan sensor tersebut sudah berkualitis tiga dimensi (3D) sehingga kemungkinan pemalsuan lebih rendah.

Qualcomm mengembangkan teknologi ini yang bernama Ultrasonic Fingerprint Scanner. Bisa disebut sebagai scanner sidik jari generasi ketiga yang bekerja cukup berbeda dari model kapasitif.

Ultrasonic Fingerprint Scanner dapat bekerja meskipun jemari kamu penuh dengan debu, kotoran, bahkan berkeringat, dan tingkat kelembapan jari kamu sangat tinggi.

Pemindai sidik jari ultrasonik ini juga dapat berfungsi melalui permukaan panel lainnya, seperti bahan kaca dan logam. Hal ini sangat memungkinkan bagi banyak vendor di masa depan untuk menanamkan panel sidik jari tersembunyi di bawah layar sehingga tidak mengurangi sisi estetis dari perangkat.

Kesimpulan

Demikianlah cara kerja sensor fingerprint smartphone kebanyakan, dibandingkan optical scanners, capacitive scanners ini lebih sulit untuk ditipu. Dengan resolusi yang lebih tinggi, meningkatkan tingkat keamanan sampai titik tertentu. Satu-satunnya risiko keamanan adalah dari peretasan software.

Proses identifikasi fingerprint memang terlihat lebih rumit dibanding password, PIN, atau pattern. Tapi, sistem ini sangat memudahkan pengguna smartphone. Praktis, karena cukup menempelkan jari dan akses smartphone pun terbuka.

Tak heran, permintaan smartphone yang dilengkapi fitur tersebut makin merajalela. Pabrikan ponsel pun berlomba-lomba menempelkan teknologi fingerprint pada produk mereka. Bagaimana pendapat kamu mengenai teknologi pemindai sidik jari ini?

Banner: Android Central

ARTIKEL TERKAIT
Berapa Besaran Ram Yang Ideal Tahun 2017

Beli Smartphone, Berapa Besaran RAM yang 'Ideal' Tahun 2017?

Snapdragon 835 Vs Snapdragon 821

Snapdragon 835 Vs Snapdragon 821, Mana yang Lebih CANGGIH?

Jangan Beli Smartphone Dengan Memori Internal 32gb Ini Alasannya

Jangan Beli Smartphone Dengan Memori Internal 32 GB, Ini Alasannya!

Alasan Ornag Pilih Smartphone Dari Tablet 6

Tablet Android Kuno! Ini 6 Alasan Orang Lebih Suka Smartphone

Airbar Touchscreen Banner

AirBar, Alat Canggih Untuk Ubah Layar Laptop Kamu Jadi Touchscreen

Tags Terkait:

APPS TERKAIT
Google Camera Logo 50b83
Google Camera 6.2.031.259661660
Apps Google Inc.
Framelapse Time Lapse Camera Icon
Framelapse - Time Lapse Camera 2.1.1
Apps Neximo Labs
Effect Express Pip Camera Icon
Effect Express - Pip Camera 15.0
Apps AppUniversal
Pip Camera Photo Effect Icon
PIP Camera - Photo Effect 4.3.4
Apps Fotoable,Inc.
Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!
Tunggu sebentar...

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal