J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

Pengertian PPnBM untuk Barang Mewah | Crazy Rich Wajib Paham!

Rabu, 21 Apr 2021, 19:30 WIB
Bagi kamu yang ingin membeli barang mewah, simak penjelasan mengenai PPnBM berikut ini.

Sebelum membeli mobil atau barang mewah lainnya, pahami dulu PPnBM yang berlaku untuknya.

Pajak Penjualan Atas Barang Mewah atau PPnBM adalah pajak yang dikenakan atas barang-barang yang tergolong mewah. Pajak ini dilaporkan menggunakan SPT Masa PPN 1111.

Pajak ini merupakan pungutan tambahan setelah Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Jadi, pajak ini bukanlah pajak yang bisa dikreditkan seperti yang berlaku untuk PPN.

Penerapan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah

Pasal 2 Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Republik Indonesia Nomor 64/PMK.011/2014 menjelaskan bahwa Pajak Penjualan Atas Barang Mewah dikenakan atas:

a. Impor kendaraan CBU berupa:

  • Kendaraan Pengangkutan Orang sampai dengan 15 (lima belas) orang termasuk pengemudi
  • Kendaraan kabin ganda (double cabin)
  • Kendaraan khusus (untuk golf, perjalanan di atas salju, pantai, gunung, dsb)
  • Trailer dan semi-trailer dari tipe caravan untuk perumahan atau kemah
  • Kendaraan bermotor dengan 2 roda dan kapasitas silinder lebih dari 250 cc

b. Penyerahan kendaraan hasil perakitan/produksi di dalam daerah pabean berupa:

  • Kendaraan Pengangkutan Orang sampai dengan 15 (lima belas) orang termasuk pengemudi
  • Kendaraan kabin ganda (double cabin)
  • Kendaraan khusus
  • Trailer dan semi-trailer dari tipe caravan untuk perumahan atau kemah
  • Kendaraan bermotor dengan 2 roda dan kapasitas silinder lebih dari 250 cc

c. Penyerahan kendaraan bermotor berupa:

  • Kendaraan Pengangkutan Orang sampai dengan 15 (lima belas) orang termasuk pengemudi
  • Kendaraan kabin ganda (double cabin) hasil pengubahan dari Kendaraan Sasis atau Kendaraan Pengangkutan Barang

Pasal 7 dan 8 Nomor 64/PMK.011/2014 menyatakan bahwa pajak ini tidak dikenakan untuk impor atau penyerahan:

  1. Kendaraan CKD
  2. Kendaraan Sasis
  3. Kendaraan Pengangkutan Barang
  4. Kendaraan bermotor beroda dua dengan kapasitas isi silinder sampai dengan 250 cc
  5. Kendaraan bermotor untuk pengangkutan i6 (enam belas) orang atau lebih termasuk pengemudi
  6. Kendaraan bermotor berupa kendaraan pemadam kebakaran, kendaraan pengangkutan umum, kendaraan ambulan, kendaraan jenazah, dan kendaraan tahanan
  7. Kendaraan Protokoler Kenegaraan
  8. Kendaraan bermotor untuk pengangkutan 10 orang sampai 15 orang, termasuk pengemudi, yang digunakan untuk kendaraan dinas TNI atau Kepolisian Negara Republik Indonesia
  9. Kendaraan Patroli TNI atau Kepolisian Negara Republik Indonesia

Berdasarkan PMK Nomor 33/PMK.010/2017, pajak ini diterapkan terhadap kendaraan berdasarkan kubikasi mesin, sebagai berikut:

  • <1.500 4x2 = 10%
  • 1.500-2.500 4x2 = 20%
  • <1.500 4x2 sedan = 30%
  • 1.500-3.000 bensin 4x4 = 40%
  • >2.500 diesel 4x2 dan 4x4 = 125%
  • >3.000 bensin 4x2 dan 4x4 = 125%

Tujuan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah

Berdasarkan Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai (UU PPN) Nomor 42 TAHUN 2009, tujuan penerapannya adalah:

  • Untuk menyeimbangkan keseimbangan pembebanan pajak antara konsumen dengan penghasilan rendah dan konsumen dengan penghasilan tinggi
  • Untuk mengendalikan pola penggunaan atas Barang Kena Pajak (BKP) yang tergolong mewah
  • Untuk melindungi produsen kecil atau tradisional
  • Untuk mengamankan penerimaan negara

Cara Menghitung Pajak Penjualan Atas Barang Mewah

Cara Menghitung PPnBM A672b

Sumber foto: (freepik}

PPnBM adalah pajak yang langsung ditanggung konsumen, jadi pajak ini dihitung dengan mengalikan harga bruto penjualan terhadap tarif pajak yang berlaku, yaitu 10% hingga 200%.

Tarifnya yang tercantum di PMK Nomor 33/PMK.010/2017 berbeda-beda tergantung uraian barang. Berikut contoh perhitungannya:

Pengusaha Kena Pajak X mengimpor BKP mewah dengan nilai impor sebesar Rp10.000.000. Selain dikenakan PPN, BKP mewah itu juga dikenai Pajak Penjualan Atas Barang Mewah, misalnya dengan tarif 20%.

Penghitungan PPN dan PPnBM terutang atas impor BKP mewah itu adalah sebagai berikut:

  1. Dasar Pengenaan Pajak = Rp 10.000.000
  2. PPN = 10% x Rp10.000.000 = Rp1.000.000
  3. PPnBM = 20% x Rp10.000.000 = Rp2.000.000

Keringanan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan skenario pemberian keringanan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah, yaitu:

  • Untuk Maret-Mei 2021 sebesar 0%
  • Untuk Juni-Agustus 2021 sebesar 50%
  • Untuk September-November 2021 sebesar 25%

Jenis mobil yang memperoleh keringanan tersebut adalah:

  • Low Multi Purpose Vehicle (MPV), seperti Honda Mobilio, Daihatsu Xenia, Toyota Avanza, Suzuki Ertiga, Mitsubishi Xpander, Nissan Livina, dan Wuling Confero
  • Low Sport Utility Vehicle (SUV), seperti Honda BR-V, Daihatsu Terios, Toyota Rush, Suzuki XL7, dan Xpander Cross
  • Mobil sedan yang bermesin 1.500cc ke bawah

Akhir Kata

Itulah penjelasan mengenai PPnBM. Sudah paham, geng? Kalau masih ada pertanyaan, masukin di kolom komentar, ya. Sampai jumpa di artikel Jaka berikutnya.

Baca juga artikel Finansial atau artikel menarik lainnya dari Brenda Prima.

ARTIKEL TERKAIT
Mobil Online Banner
Gak Perlu Repot, Beli Mobil Sekarang Bisa Online! Begini Caranya
Jual Beli Mobil Bekas Di Olx Banner
Gak Usah Ragu Lagi, Jual-Beli Mobil Bekas Makin Mudah Dengan Ini!
Wulin Cortez Banner
5 Hal Ini Dijamin Bikin Kamu Pengen Beli Mobil
Aplikasi Jual Beli Mobil Banner 17a76
10 Aplikasi Jual Beli Mobil Terlengkap dan Terpercaya 2019
Cara Cek Pajak Kendaraan 01528
Cara Cek Pajak Kendaraan Online Terbaru 2021 | Aman dan Mudah!
Cara Menghitung Pajak Motor 82dce
Cara Menghitung Pajak Kendaraan Bermotor Lengkap dengan Info
Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!

Tags Terkait:

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal