KPR Syariah Tanpa Riba: Pengertian, Jenis Akad, Syarat, dan Cara Mengajukannya

Default

KPR syariah kini sudah hadir untuk menjawab permasalahan syariah terbaik ketika ingin mengajukan pembelian rumah lewat jalur KPR. Masyarakat, khususnya umat Islam, sangat khawatir terkena riba dari produk KPR non-syariah.

Kekhawatiran itu sudah terjawab karena, sebagai serorang muslim, kamu bisa mengajukan pembiayan rumah menggunakan produk KPR berbasis syariah.

Selain kamu harus tahu produk KPR tanpa riba, pengetahuan tentang akad-akad syariah dari pembiayaan bank syariah juga harus dimengerti, dong.

Makanya, Jaka bakal kasih tahu jenis akad KPR berdasarkan prinsip syariah, keuntungan, syarat pengajuan, dan cara mengajukan KPR sesuai syariah di Indonesia terbaru 2021.

Yuk, simak penjelasan lengkap dari Jaka!

Apa itu KPR Syariah?

Kpr Syariah Apakah Riba 88afd

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Syariah adalah suatu layanan pembiayaan untuk membeli atau membangun rumah dengan perjanjian akad atau transaksi secara syariah.

Selain itu, lembaga yang membiayai layanan KPR dengan prinsip syariah ini harus dari bank syariah. Tujuannya adalah untuk menjaga setiap proses muamalah sesuai dengan ajaran syariah Islam di Indonesia.

Di dalam akad produk KPR syar'i ini, tidak ada unsur pinjaman dan bunga (riba) sepeti produk KPR konvensional. Akad syariah memposisikan nasabah sebagai pembeli dan bank sebagai penjual unit rumah.

Nah, soal proses pemindahan kepemilikan rumah, nasabah wajib membayar secara kredit alias disepakati bersama. Itulah pengertian KPR sesuai syariah bebas riba yang layak kamu pilih.

Jenis Akad KPR Syariah

Kpr Syariah Terbaik 96818

Di dalam penggunaan akad syariah, bank syariah menentukan jenis-jenis akad dengan mekanisme tertentu sesuai keinginan nasabah. Meskipun tujuan metode akad-nya berbeda, tapi setiap jenis akad punya yang sama, yakni untuk kepemilikan rumah secara kredit.

Buat kamu yang belum tahu akad syariah dalam produk KPR yang sering digunakan oleh bank syariah, sebaiknya kamu pelajari beberapa akad syariah terbaik untuk kepemilikan rumah dengan cara kredit yang sering digunakan oleh bank syariah berikut ini.

KPR Akad Murabahah

Ketika kamu pengen beli rumah dan meminta bantuan bank syariah untuk membelinya dan mengikat perjanjian agar rumah itu dijual kepadamu dengan cara mencicil dalam jangka waktu tertentu, maka transaksi disebut akad murabahah.

Akad murabahah merupakan akad syariah berdasarkan perjanjian jual beli dan bukan transaksi pinjaman bank, maka kamu tidak bakal kena bunga KPR float alias nominal cicilan rumah tetap ketika mencicil rumah KPR. Makanya, kamu bisa bebas dari riba saat menggunakan produk KPR dengan akad murabahah. Mantap!

KPR Akad Musyarakah Mutanaqisah

Berbeda dengan akad murabahah, produk KPR yang secara syariah menggunakan akad musyarakah mutanaqisah mengharuskan bank syariah membeli rumah dengan mengeluarkan dana lebih besar dengan nasabah (pembeli) untuk membeli rumah.

Sebagai nasabah, kamu membayar sebagian kecil dari nilai rumah (misalnya DP 20 persen) dan melakukan perjanjian dengan bank syariah untuk membeli hak bank atas rumah itu secara kredit sesuai tenor yang sudah disepakati.

Dalam hal ini, kamu berserikat dan sama-sama membeli rumah dengan bank syariah, tapi dengan mengeluarkan uang lebih sedikit lewat DP (uang muka). Kamu berjanji untuk membeli hak kepemilikan bank syariah atas rumah itu ditambal imbal hasil (nisbah) sesuai kesepakatan.

Keuntungan KPR Syariah vs KPR Konvensional

Kpr Syariah Tanpa Riba Fb9da

Penggunaan KPR dengan akad syariah memang menguntungkan banget buat nasabah. Keuntungan itu tidak hanya buat nasabah muslim, nasabah non-muslim pun sangat diuntungkan dengan adanya akad syariah di KPR.

Lewat layanan KPR secara syariah ini, kamu bakal lebih dimanusiakan dibandingkan dengan kebijakan KPR konvensional, nih.

Alhasil, banyak nasabah berbondong-bondong memilih KPR berbasis hukum muamalah syariah dibandingkan KPR konvensional. Sebagai umat Islam, kamu juga harus tahu keuntungan-keuntungan ketika kredit rumah menggunakan layanan syariah berikut ini.

1. Tanpa Riba (Bunga)

Inilah salah satu tujuan yang menjadi idaman umat Islam agar bisa punya rumah terbaik yang terbebas dari riba. Tujuannya adalah untuk mendapatkan ridha Allah subhanahu wata'ala sehingga rumah KPR menjadi berkah.

Menurut dalil yang shahih, dosa riba untuk seperti dosa seorang anak berzina dengan ibu kandungnya sendiri. Serem banget!

Selain itu, ketika kamu saling membantu (meminjami, meminjam, atau menjadi saksi) untuk bertransaksi yang mengandung unsur riba, secara otomatis kamu bakal kena dosanya. Makanya, jangan sampai kamu beli rumah lewat layanan riba, ya!

2. Mekansisme Pembayaran Akad Syariah Sangat Menghargai Nasabah

Mungkin suatu saat kamu punya uang yang banyak dan pengen langsung melunasi kredit rumah dari KPR konvesional. Namun, kalau kamu mau bayar lunas sebelum tenor, bank bakal kasih biaya pinalti, nih.

Sayang banget, padahal niat kamu baik biar cepat lunas kredit rumahnya. Mulai dari sinilah kamu kurang dihargai menjadi pengguna KPR konvensional.

Kabar baiknya, sistem pinalti itu tidak berlaku buat nasabah KPR rumah dengan akad syariah, nih. Kamu bisa membayar lebih awal atau lunas sebelum tenor berakhir tanpa kena pinalti. Keren!

3. Ada Penyesuaian Cicilan Rumah Sesuai Finansial Nasabah

Bicara soal kemampuan membayar cicilan rumah, sangat wajar kalau suatu ketika nasabah kena musibah tidak mampu untuk bayar cicilan bulanannya sementara waktu.

Semisal kamu menggukan produk KPR konvensional, bank bakal mengenakan denda telat bayar. Bahkan, rumah kamu bisa kena segel bank gara-gara kamu telat bayar beberapa kali pembayaran.

Sebaliknya, sistem denda juga tidak berlaku buat KPR dengan prinsip syariah. Soalnya, sistem denda adalah suatu keharaman dan dilarang di agama Islam.

Jalan alternatif terbaiknya, bank syariah dan nasabah (pembeli) bakal melakukan negosiasi nominal cicilan agar lebih meringankan. Alhasil, kamu bisa tetap membayar secara rutin.

Syarat Pengajuan KPR Syariah

Kpr Syariah Tanpa Dp F9062

Ngomongin persyaratan pengajuan KPR secara syariah, Jaka sudah melansir beberapa syarat dari ojk.go.id untuk bisa menjadi rujukan valid buat kamu.

Yuk, simak syarat untuk mengajukan layanan KPR lewat bank syariah berikut ini!

  1. WNI yang cakap secara hukum.
  2. Berusia 21-55 tahun (saat jatuh tempo pembiayaan).
  3. Nilai rumah tidak melampaui maksimum pembiayaan.
  4. Besar cicilan rumah di bawah 40% dari penghasilan bulanan bersih.
  5. Untuk kepemilikan unit rumah pertama, KPR syariah diperbolehkan membiayai unit rumah yang belum selesai dibangun atau inden, tapi tidak untuk kepemilikan selanjutnya.
  6. Pencairan pembiayaan KPR bisa diberikan sesuai perkembangan pembangunan rumah atau kesepakatan para pihak (bank syariah dan nasabah).
  7. Khusus untuk pembiayaan rumah yang belum tuntas dibangun alias inden, harus ada perjanjian kerja sama antara bank syariah dengan pengembang.

Cara Mengajukan KPR Syariah

Kpr Syariah Riba Atau Tidak 222ac

Nah, setelah semua persyaratan untuk mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR) syariah sudah kamu penuhi, selanjutnya tinggal melewati proses pengajuan ke bank syariah.

Cara Pengajuan KPR ke bank syariah sesuai pemberitahuan dari OJK lewat situs resmi sikapiuangmu.ojk.go.id. Kamu tinggal ikuti proses pengajuan dengan langkah-langkah berikut ini.

  1. Pilih properti atau rumah yang mau kamu beli.
  2. Siapkan persyaratan secara lengkap.
  3. Kenali biaya KPR seperti biaya administrasi, biaya provisi, biaya asuransi, biaya notaris, biaya pengikatan agunan, biaya pajak, biaya penilaian bangunan, dan balik nama.
  4. Mempertimbangkan uang muka alias down payment (DP).

Setelah mengikuti langkah-langkah di atas, kesepakatan dengan tanda tangan bisa kamu lakukan. Kini, kamu sudah punya rumah sesuai syariah. Insyaa Allah, rumahmu bakal berkah!

Akhir Kata

Sekarang sudah mengerti apa itu kredit pemilikan rumah (KPR) secara syariah dan memilih produk kredit pembiayaan rumah syariah. Kamu juga bisa lebih tenang karena terhindar dari bayang-bayang dosa riba.

Jaka sarankan agar kamu menentukan cicilan rumah KPR sesuai kemampuan keuangan, ya. Soalnya, kamu juga bakal terpantau lewat BI checking terkait kedisiplian pembayaran kredit rumah syariah.

Baca juga artikel Keuangan lainnya dari Nabila Ghaida Zia

ARTIKEL TERKAIT
Fintech Ilegal Banner 2920d
Tidak Punya Izin dari OJK, Inilah Daftar 231 Fintech Ilegal di Indonesia!
Cara Lapor Satgas Waspada Investasi Fa543
Daftar Aplikasi Terlarang SWI dan Cara Melaporkannya ke Pihak Berwajib
Aplikasi Pinjam Uang Online Banner 53d39
Daftar Pinjaman Online yang Terdaftar di OJK Terbaru 2021, Jaminan 100% Aman!
Flexi Cash Jenius 5b9eb
Flexi Cash Jenius: Cara Mendapatkan & Menggunakan Flexi Cash Terbaru 2021
Investasi Dollar 0ee91
Investasi Dollar: Tips & Instrumen Penghasil Dollar Tercepat & Terbaru 2021
Cara Bayar Pbb Online 2021 090ed
Cara Bayar PBB Online Terbaru & Terlengkap 2021 | Lewat Indomaret & Tokopedia Bisa!
Cara Lapor Spt Tahunan Online 8bcbd
Cara Lapor SPT Tahunan DPJ Online Terbaru 2021 | Lebih Cepat & Aman
Bunga Pinjaman Di Pegadaian E426b
8 Jenis Bunga Pinjaman Pegadaian Konvensional & Syariah | Bunga Nol Persen hingga Juni 2021
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal