Pengertian Bank Kustodian, Tugas, & Contohnya di Indonesia | Simak Baik-Baik!

Default

Saat kamu memilih berinvestasi reksa dana, kamu harus memperhatikan kinerja dan history bank kustodian yang mereka gunakan. Pasalnya, sama halnya seperti manajer investasi, jaminan keamanan dan kepercayaan investor juga sangat ditentukan oleh bank kustodian.

Lantas, sebenarnya apa yang dimaksud dengan bank kustodian? Mengapa perannya menjadi sangat penting dan vital dalam berinvestasi? Yuk, cari tahu jawabannya di pembahasan berikut ini!

Apa Itu Bank Kustodian?

Bank Kustodian Adalah 89ba0
Sumber foto: Pikiran Trader

Tidak seperti investasi bodong, investor yang memilih reksa dana tidak perlu khawatir dana mereka disalahgunakan, baik oleh manajer investasi atau pun agen penjual reksa dana, karena dana akan disimpan aman di bank kustodian.

Menurut UU No.8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, kustodian adalah pihak yang memberikan jasa penitipan Efek dan harta lain yang berkaitan dengan Efek serta jasa lain, termasuk menerima dividen, bunga, dan hak-hak lain.

Kustodian juga bertanggung jawab dalam menyelesaikan transaksi Efek dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya.

Singkatnya, kustodian adalah bank yang akan membantu mengurus administrasi, mengawasi, dan menjaga aset reksa dana nasabah secara kolektif.

Bank kustodian sendiri merupakan salah satu pihak yang ada dalam Kontrak Investasi Kolektif (KIK). Dalam KIK, bank kustodian dan manajer investasi sepakat untuk melakukan penghimpunan dan pengelolaan dana dari masyarakat dalam bentu reksa dana.

Di mana nantinya, semua dana reksa dana tersebut wajib disimpan di bank kustodian untuk menghindari kemungkinan penggelapan dana nasabah yang dilakukan oleh salah satu pihak.

Jadi, sederhananya, bank kustodian itu adalah pihak ketiga yang menjembatani transaksi antara satu pihak dengan lain.

Biar gampang dicerna, bank kustodian bisa diibaraktan sebagai rekening bersama (rekber) yang dipakai saat melakukan transaksi jual beli antara kedua belah pihak di komunitas online Kaskus.

Apa Tugas Kustodian?

Tugas Kustodian E1205
Sumber foto: Intanblog

Bukan hanya perannya, tugas bank kustodian dalam sebuah investasi reksa dana pun tak kalah penting dan nggak main-main, lho.

Mengingat bank kustodian menjadi wadah bagi seluruh investor dalam menaruh modal investasinya, untuk kemudian diambil keuntungannya di masa depan.

Maka, selain untuk menyimpan dan mengamankan dana reksa dana nasabah, beberapa tugas kustodian lainnya meliputi:

  • Melakukan pencatatan transaksi aset reksa dana.
  • Menghitung Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana.
  • Ikut serta mengawasi manajer investasi.
  • Mengirimkan surat konfirmasi transaksi (SKT) jual, beli, pengalihan (switching) sebagai bukti kepada nasabah.
  • Mengirimkan laporan bulanan investasi.

Dengan berbagai jasa yang telah diberikannya, maka bank kustodian pun umumnya akan memungut fee rata-rata sebesar 0,1 hingga 0,25 persen per tahun dari dana yang dititipkan.

Jadi, saat kamu memulai berinvestasi pada instrumen investasi reksa dana, jangan heran kalau nantinya ada biaya pengelolaan dana investasi yang dibebankan kepada investor, ya!

Maka dari itu, sebaiknya baca dulu prospektus yang umumnya disediakan oleh aplikasi reksa dana agar kamu bisa lebih memahami mengenai produk reksa dana yang akan dibeli.

Contoh Bank Kustodian di Indonesia

Contoh Bank Kustodian Di Indonesia A8b3e
Sumber foto: Warta Ekonomi

Menurut data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah kustodian di Indonesia yang beroperasi sebagai pihak penyimpan dana investasi nasabah sendiri cukup banyak, total sekitar 22 bank kustodian.

Adapun daftar bank kustodian syariah dan konvesional yang beroperasi dan terdaftar di KSEI adalah sebagai berikut:

  1. Bank Central Asia Tbk, PT (BCA01)
  2. Bank Cimb Niaga Tbk, PT (BNGA1)
  3. Bank Danamon Indonesia Tbk, PT (BDMN2)
  4. Bank Mandiri, PT - Custody (BMAN1)
  5. Bank Mega Tbk, PT (MEGA3)
  6. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk (BNI01)
  7. Bank Panin Tbk, PT (PANIN)
  8. Bank Rakyat Indonesia (Persero), PT (BRI01)
  9. But Deutsche Bank Ag (DBJK1)
  10. But. Standard Chartered Bank (SCBJK)
  11. Citibank, N. A (CITI1)
  12. PT Bank DBS Indonesia (DBSI1)
  13. PT Bank Hsbc Indonesia (HSBC1)
  14. PT Bank Kb Bukopin Tbk (BBKP2)
  15. PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BII01)
  16. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (BJTM2)
  17. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSM01)
  18. PT Bank Uob Indonesia (UOBB1)
  19. PT. Bank Keb Hana Indonesia (KHANA)
  20. PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Dan Banten Tbk (BJB01)
  21. PT. Bank Sinarmas Tbk (BSIM2)
  22. Securities & Agency Services Department Permatabank, PT (BALI1)

Akhir Kata

Sekian pembahasan Jaka seputar pengertian bank kustodian, tugas, serta contoh-contohnya yang ada di Indonesia.

Dari sini, kamu bisa belajar bahwa peran kustodian atau dikenal juga sebagai bank penampung, ternyata perannya sangat penting dalam aktivitas investasi reksa dana.

Oleh karenanya, melakukan riset kecil-kecilan terhadap kustodian yang akan kamu gunakan pun dinilai dapat mengurangi risiko investasi reksa dana.

Baca juga artikel seputar Finansial atau artikel menarik lainnya dari Shelda Audita

ARTIKEL TERKAIT
Aplikasi Investasi Terbaik Online D6ced A1c97
15 Aplikasi Investasi Terbaik untuk Pemula, Mudah dan Terpercaya!
Pengertian Reksa Dana Adalah F8e95
Pengertian Reksa Dana & Jenis Produknya | Investor Pemula Wajib Tahu!
Cara Bermain Saham Dengan Modal Kecil 518be
Cara Investasi Saham Online untuk Pemula, Lengkap dengan Tips Biar Cuan!
Cara Investasi Reksa Dana Online 0a19d
Cara Memulai Investasi Reksadana Online | Cocok Untuk Pemula!
Aplikasi Reksadana Terbaik 8b8eb
7 Aplikasi Reksadana Terbaik 2021, Cuma Modal Rp10 Ribu Doang!
Untitled Design 2021 02 04t125110 183 73426
7 Jenis Investasi Paling Menguntungkan 2021, Demi Masa Depan Aman!
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal