Punya Harta Rp13 Triliun, Anak Miliarder Ini Harus Hidup Bermodal Rp100 Ribu

Default

Nasib seseorang tidak pernah terduga. Apakah kita dilahirkan di keluarga kaya raya atau keluarga tak mampu, tak ada yang pernah tahu.

Jika dilahirkan di keluarga kaya, kita tentunya patut bersyukur. Begitu pula jika dilahirkan di keluarga yang sederhana, kita juga harus tetap bersyukur.

Karena, roda kehidupan terus berputar. Kadang kita berada di atas, kadang kita berada di bawah. Mungkin, filosofi ini yang ingin diajarkan seorang miliarder asal India kepada anak-anaknya.

Bahwa hidup itu butuh perjuangan dan kerja keras. Semua keberhasilan diraih dari nol. Bukan sebuah proses instan yang bisa dinikmati begitu saja.

HIDUP SEDERHANA

Kita dapat belajar dari Savji Dhilakia, seorang pengusaha berlian asal India, yang mengajarkan anak-anaknya makna hidup sederhana.

Sebelum menikmati kekayaan yang begitu melimpah, dia meminta anak-anaknya untuk hidup mandiri dengan penuh kesederhanaan.

Salah satu anaknya yang harus belajar makna hidup sederhana adalah Hitarth Dholakia.

Hitarth bisa saja langsung menikmati kekayaan dari perusahaan milik keluarganya yang mencapai US$ 935 juta atau setara Rp13 triliun.

Dia dididik dengan cara yang berbeda. Savji ingin mengajarkan anaknya ini mengenai hidup sederhana dan dapat melihat perspektif lain dalam kehidupan.

KAWASAN PEDALAMAN

Setelah lulus kuliah, Hitarth dikirimkan ke daerah pedalaman India agar ia bisa belajar untuk hidup dalam kesederhanaan layaknya orang pada umumnya.

Jangan salah, Hitarth sendiri lulus dari universitas ternama di New York, Amerika Serikat. Dia pulang ke kampung halamannya di Mumbai, India setelah menyelesaikan perkuliahan.

Namun, sesampainya di kampung halaman, dia malah disuruh untuk pergi, alih-alih menikmati kekayaan keluarganya.

Selain harus meninggalkan rumah, dia juga harus membiayai kehidupannya sendiri dan tinggal di pedalaman. Dia hanya dibekali uang sebesar 100 ribu rupiah atau sekitar 500 rupee.

Dia akhirnya merantau ke pedalaman India di desa bernama Hyderabad. Sesampainya di sana, dia harus mencari tempat tinggal sendiri dan tidak boleh meminta bantuan orang tuanya.

Bahkan, dia tidak dibekali dengan handphone. Jadi, hidupnya benar-benar terisolasi dari keluarganya.

Saya takut, tapi yakin. Dengan uang di dompet dan tak ada telepon, saya tiba di Hyderabad dan mulai hidup baru, kata dia seperti dikutip dari salah satu media asal India.

Dia pun berusaha mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan makanan, tempat tinggal, dan lain-lain. Dia juga dilarang menggunakan nama keluarganya untuk mencari pekerjaan. Benar-benar harus mulai dari nol.

Beragam pekerjaan pernah dia coba, mulai dari pegawai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dengan bayaran 100 rupee hingga pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Saat menjalani tes tersebut, dia tinggal di rumah singgah dengan biaya sewa 89,85 rupee atau sekitar Rp18.000. Di tempat itu, dia harus tinggal bersama 17 orang penghuni lain.

BUKAN PERTAMA KALI

Ini bukanlah kali pertama keluarga Dholakia memberikan pengalaman ini kepada anak-anaknya. Sebelumnya, Tulsi Bhai Dholakia juga dikirim ke Koci setelah lulus studi bisnis.

Tujuannya adalah agar anak-anak mereka mendapatkan pengalaman susah dalam hidup. Setelah menjalani ujian ini, Tulsi sekarang diangkat sebagai Chief Executive Officer Hari Krishna Exports Pvt Ltd.

Di India, Savji Dhilakia dikenal sebagai miliarder yang sangat dermawan. Dia begitu baik kepada orang lain, khususnya para karyawannya.

Dia pernah memberikan 400 rumah dan 1.260 mobil kepada sekitar 1.716 karyawan perusahaan sebagai bonus. Pada 2015, perusahaan tersebut telah menghadiahi 491 mobil dan 200 apartemen untuk para pegawainya.

Bagaimana menurut pendapat kalian? Apakah para orang tua berani mengajarkan anak-anaknya untuk belajar hidup sederhana?

KISAH LAIN

Meskipun bergelimang harta yang tidak akan habis tujuh turunan, ada beberapa miliarder dunia yang lebih memilih hidup sederhana.

Tanpa gaya, tanpa pamer-pameran, tanpa barang yang harganya fantastis, mereka justru mempertahankan kehidupan seperti orang biasa.

Bahkan, saking sederhananya, sulit dipercaya kalau mereka sebenarnya adalah miliarder yang tajir melintir.

Nama Mark Zuckerberg sudah tidak asing lagi bagi para kaum milenial masa kini. Pasalnya, ia adalah pendiri salah satu media sosial terbesar yaitu Facebook.

Meskipun hidupnya di banjiri oleh uang yang tak ada habisnya, nyatanya Mark Zuckerberg tidak berfoya-foya. Bahkan, ia masih menjatahi pengeluaran bulanannya saking hematnya.

Gayanya sehari-hari pun sangatlah simple. Mark lebih suka menggunakan kaos polos dan jeans kemanapun ia pergi.

Bersama dengan istrinya, ia pernah terlihat makan di McDonalds beberapa waktu setelah pernikahan mereka.

Ada pula kisah miliarder asal Indonesia. Selama 11 tahun berturut-turut, Michael Bambang Hartono menyandang predikat orang terkaya di Indonesia.

Diketahui, ia memiliki kekayaan sekitar Rp552 triliun bersama kakaknya, Robert Budi Hartono.

Namun, kekayaan tersebut tidak membuatnya menjadi orang kaya yang sombong. Justru, pria ini tetap rendah hati dan hidup sederhana.

Bahkan, ia mengaku makanan favoritnya adalah Lentog. Selain Lentog, Bambang juga suka jajanan pinggir jalan seperti sate, sop kambing, dan sejenisnya.

Tags Terkait: miliarderFinansial
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal