Ustadz Jaka: Onani Siang Hari di Bulan Ramadan

Ditulis oleh Jaka - Sabtu, 02 Juli 2016, 09:00
Ustadz, Saya mau bertanya apakah hukumnya melakukan onani (bukan bersenggama) di siang hari, di bulan Ramadan?

Pertanyaan

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Ustadz, mau tanya nih. Kalo menurut sumber yang Saya baca, yang membatalkan puasa itu ada 3 sebab, yaitu keluarnya yang keluar, masuknya yang masuk dan jima'. Betul gak ustadz?

Untuk pertanyaan Saya kali ini berkaitan dengan jima'. Apakah onani membatalkan puasa jika dilakukan saat siang hari selama puasa? Tapi kan tidak jima' (bersenggama). Terima kasih`

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Ferli, 25 tahun.

BACA JUGA
  • Ustadz Jaka: Berciuman Saat Puasa, Batalkah?
  • Ustadz Jaka: Mimpi Basah di Siang Hari pada Bulan Ramadan
  • Ustadz Jaka: Nonton Anime Ecchi Membatalkan Puasa?

Jawaban

Wa'alaikumsalam Wr. Wb.

Onani dalam Islam dikenal dengan nama **Istimna **. Jika harus dijelaskan, onani adalah aktivitas memaksa sperma keluar tanpa melalui hubungan badan, tapi menggunakan alat bantu. Pengertian Istima' atau onani dalam buku Fiqih disebutkan bahwa ini adalah aktivitas mengeluarkan sperma dengan tangan; baik tangannya sendiri, tangan istrinya atau tangan budak perempuannya.

Sperti pernah Saya singgung di artikel Mimpi Basah di Siang Hari pada Bulan Ramadan, bahwa memaksa keluar sperma saat berpuasa itu membatalkan puasa. Termasuk onani. Jadi jelas bahwa onani saat puasa itu membatalkan puasa.

ADVERTISEMENT

Jika kamu membatalkan puasa dengan sengaja melakukan onani di siang hari, maka kamu diwajibkan untuk membayar kifarat, serta meng-qadha-nya di lain waktu. Ulama sepakat dengan hal ini karena menganggap bahwa onani saat puasa itu hukumnya sama dengan jima'.

Dan perlu kamu ketahui, onani dalam Islam hukumnya makruh. Sebaiknya dijauhi. Jika dilakukan dengan sengaja tanpa ada hal yang memaksa untuk melakukannya, bisa dibilang dosa.

Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. (QS. Al Ma arij: 29-31)

Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki baa-ah (kemampuan untuk menikah), maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya. (HR. Bukhari no. 5065 dan Muslim no. 1400)

Wallahu A'lam Bishawab.

ARTIKEL TERKAIT

Ustadz Jaka: Apa Hukumnya Menggunakan WiFi Tanpa Izin?

Ustadz Jaka: Apakah Selama Bulan Puasa Masih Bisa Melihat Hantu?

Ustadz Jaka: Apakah Amalan Puasa Hangus Gara-gara Update Status?

Ustadz Jaka: Hukum Membaca Al-Qur'an di Aplikasi Smartphone di Toilet / WC

Ustadz Jaka: Meninggalkan Tarawih Karena Sibuk Kerja?

APPS TERKAIT
Bluelight Filter for Eye Care 1.937
Apps Hardy-infinity
Al Quran Indonesia 2.5.8
Apps Andi Unpam
Muslim Pro: Azan, Quran, Qibla 6.5.4
Apps Muslim
365 Kata Mutiara Islam 2.3
Apps Isnaini
undefined
Kembali Keatas