5 Perusahaan Teknologi yang Potong Gaji Karyawannya Akibat Virus Corona

Ditulis oleh Jaka - Selasa, 14 April 2020, 21:00
Pandemi virus Corona memukul semua sektor perekonomian, tak terkecuali perusahaan teknologi. Mulai dari pemotongan gaji hingga perumahan karyawan harus dilakukan. Berikut ulasannya!

Awal tahun 2020 bisa dibilang merupakan tahun yang berat bagi seluruh sektor. Gara-gara pandemi virus Corona (Covid-19), banyak sekali instansi dan perusahaan di berbagai sektor merugi besar.

Bahkan, beberapa di antaranya terpaksa tutup sementara atau bahkan gulung tikar karena nggak sanggup membayar biaya operasional yang membengkak di mana-mana.

Salah satunya yang juga terkena dampak dari pandemi virus Covid-19 adalah beberapa perusahaan teknologi.

Perusahaan Teknologi yang Potong Gaji Karyawannya Akibat Corona

Untungnya, mereka berusaha menyiasati berbagai macam cara untuk menyelamatkan perusahaannya, salah satunya adalah memotong gaji karyawan.

Kali ini, Jaka bakal kasih 5 perusahaan teknologi yang memotong gaji karyawannya karena virus Corona. Penasaran apa aja? Simak ulasan berikut ini!

1. Tech Mahindra

Perusahaan teknologi asal India ini berencana untuk menahan kenaikan gaji sebagian besar karyawannya akibat pandemi virus Covid-19 yang cukup memukul mundur kegiatan operasional perusahaan.

Sang CEO, C. P. Gurnani pun juga menyebutkan bahwa perusahaannya juga bakal memotong semua bonus serta benefit yang diterima karyawannya. Hal ini dilakukan demi menyelamatkan perusahaan dari bahaya defisit pemasukan.

ADVERTISEMENT

Ia pun mengimbau para karyawan untuk bisa bekerja di rumah masing-masing sambil memanfaatkan aplikasi untuk kerja di rumah agar produktivitas kantor tetap berjalan dengan baik.

2. Tesla, Inc.

Perusahaan teknologi dan otomotif terkemuka di Amerika, Tesla, juga memutuskan untuk memotong gaji seluruh karyawannya sebesar 10%, sementara untuk para petingginya masing-masing sebesar 20% untuk direktur dan 30% untuk wakil presiden.

Nggak cuma itu aja, geng. Yang lebih ironi, dalam beberapa bulan nanti, Tesla bakal merumahkan sementara sebagian para karyawannya dikarenakan pabrik-pabrik yang tutup akibat pandemi Covid-19.

Rencananya, kegiatan operasional Tesla akan kembali berlangsung pada bulan Mei 2020, kecuali ada perubahan situasi dan kondisi eksternal yang lebih genting.

3. Squirrel AI Learning

Squirrel AI Learning, salah satu unicorn startup company yang bergerak di bidang teknologi dan edukasi memutuskan untuk memotong gaji para karyawannya sebesar 65%.

Tak hanya itu saja. startup yang berpusat di Shanghai juga memutuskan untuk menutup sementara lebih dari 2000 kelas offline yang sudah mereka dirikan dan mengalihkan sekitar 200 ribu muridnya ke dalam kelas online.

Padahal, tahun ini rencananya mereka bakal membuka lebih dari 20.000 kelas baru, yang mana di antaranya bakal memadukan teknologi dan edukasi.

Untungnya, berkat usaha pemotongan ini, mereka nggak sampai termasuk ke dalam startup terkenal yang di ambang kebangkrutan.

4. Accenture

Perusahaan IT Consulting Accenture juga bakal melakukan efisiensi budget ketat agar bisa selamat dari pandemi Covid-19. Caranya adalah memotong biaya operasional untuk tahun fiskal 2020 di tahun Agustus dan September.

Hal ini sangat dimungkinkan bakal memengaruhi gaji karyawan yang bekerja di sana. Meskipun demikian, sampai saat ini masih belum ada keterangan resmi dari perusahaan mengenai gaji ataupun benefit yang didapat pasca pandemi.

Accenture sendiri merupakan salah satu perusahaan teknologi yang terkenal dan ternama di Eropa dan Asia, di mana cangkupannya mulai dari Irlandia, Kanada, Amerika, hingga Indonesia.

5. ixigo

ixigo, sebuah tech company yang bergerak di bidang travel dan booking hotel menjadi salah satu yang paling terpukul akibat pandemi Covid-19, geng.

Hal ini mengingat sumber pendapatan utama mereka berasal dari pariwisata dan akomodasi, khususnya pemesanan hotel dan kendaraan umum.

Akibatnya, sang CEO, Aloke Bajpai terpaksa memotong 60% gaji para petingginya, sementara para karyawannya mendapat pemotongan antara 20-50%.

Selain itu, sang CEO bersama dengan co-founder, Rajnish Kumar, sepakat untuk nggak gajian sama sekali sampai dirasa kondisi normal kembali dan perusahaan bisa produktif.

Akhir Kata

Itulah tadi 5 perusahaan teknologi yang memotong gaji karyawannya akibat pandemi virus Covid-19, geng.

Tentunya kita sedih banget mengetahui bahwa banyak orang kehilangan mata pencahariannya selama pandemi ini berlangsung. Kita doakan semoga pandemi Covid-19 bisa segera selesai ya, sehingga semua aktivitas bisa kembali berlangsung normal.

Pesan Jaka buat kamu, tetap jaga kebersihan dan kesehatan diri ya, geng. Daripada keluar rumah, mending baca juga artikel menarik lainnya di Jalantikus. Oke?

Sampai jumpa di artikel Jaka selanjutnya!

Baca juga artikel seputar Corona atau artikel menarik lainnya dari Diptya.

ARTIKEL TERKAIT

10 Event Teknologi yang Batal Karena Virus Corona, iPhone 9 Termasuk?

7 Aplikasi Pendeteksi Virus Corona Paling Ampuh, Wajib Download!

3 Tips Ampuh Agar Tak Bosan #DiRumahAja Karena Corona

5 Aplikasi yang Bisa Bantu Kerja dari Rumah (WFH), Antisipasi Virus Corona!

5 Teknologi Canggih yang Dapat Menghentikan Penyebaran Virus Corona

Bill Gates Pernah Ramalkan Virus Corona 5 Tahun Lalu? Ini Faktanya!

undefined
Kembali Keatas