Bagaimana Masa Depan Huawei Tanpa Dukungan Google, Bisa Bangkrut?

Ditulis oleh Jaka - Minggu, 19 April 2020, 19:00
Hengkangnya Google bersama Android dari Huawei tentu akan memberikan dampak besar pada vendor smartphone asal Tiongkok ini.

Baru-baru ini, Huawei meluncurkan smartphone teranyar, yakni Huawei P40 dan Huawei P40 Pro.

Yang menjadi sorotan publik pada kedua smartphone tersebut adalah hilangnya aplikasi Google.

Hal ini tentu memberi dampak besar terhadap nasib Huawei dan smartphone terbaru yang akan dirancang setelah seri P40.

Masa Depan Huawei Tanpa Google

Saat ini hampir seluruh smartphone Android pasti menggunakan Google Mobile Service (GMS), kecuali beberapa smartphone Huawei terbaru.

Meski mengusung sistem operasi Android, tapi versi yang digunakan adalah Android AOSP (Android Open Source Project).

Meski masih menggunakan Android, tentu akan ada beragam masalah pada smartphone Android tanpa Google, geng.

Lalu, bakal seperti apa masa depan Huawei tanpa layanan Google setelah perilisan seri P40? Simak penjelasan berikut, yuk!

ADVERTISEMENT

1. Tidak Terlalu Berpengaruh di China

Perang dagang antara Amerika Serikat dengan China memang berpengaruh besar pada industri smartphone, termasuk bagi Huawei.

Huawei pun nggak bisa lagi menggunakan Google Mobile Service pada smartphone terbarunya, termasuk seri Huawei P40.

Padahal, konsumen di wilayah Eropa, Amerika, hingga Indonesia sangat bergantung pada layanan Google yang selalu hadir di perangkat Android.

Tapi untuk pasar domestik Huawei di China, hal ini nggak begitu berpengaruh karena sejak awal layanan Google memang absen di sana.

2. Toko Aplikasi Lebih Berkembang

Karena nggak didukung layanan Google, raksasa teknologi Tiongkok itu pun membuat toko aplikasi sendiri, yakni AppGallery.

Bahkan, Huawei mengklaim AppGallery sebagai toko aplikasi ketiga terbesar di dunia.

Peringkat AppGallery berada di bawah Apple App Store. Sedangkan posisi pertama ditempati oleh Google Play Store.

Platform rancangan Huawei tersebut memiliki lebih dari 55 ribu kelompok aplikasi dengan lebih dari 400 juta pengguna bulanan aktif.

Nggak menutup kemungkinan AppGallery rancangan Huawei ini pun akan terus berkembang dengan adanya pembaruan berkala.

3. Menambah Jumlah Aplikasi Baru

Huawei sudah menyiapkan 70 aplikasi Android paling populer untuk deretan smartphone terbarunya, termasuk seri P40.

Hal yang cukup janggal adalah semuanya aplikasi tersebut akan terpasang langsung pada smartphone, geng. Buset!

Dengan begitu, pengguna nggak perlu repot memikirkan cara mengunduh aplikasi canggih Android di smartphone Huawei.

Deretan aplikasi tersebut juga nantinya akan dikelompokkan berdasarkan wilayah, dan akan diperbarui berdasarkan daftar populer di Play Store.

4. Saingan Google Mobile Service

Untuk menyiasati ketiadaan layanan Google pada smartphone terbarunya, Huawei pun menciptakan ekosistem tersendiri.

Huawei Mobile Services digadang-gadang akan menjadi saingan Google Mobile Service yang menempel pada sistem operasi Android.

Vendor ini pun terus berupaya untuk menyempurnakan ekosistem HMS agar bisa menjadi pesaing sejati dari GMS, geng.

Bahkan, Huawei mengeluarkan USD1 miliar (Rp15 triliun) untuk meningkatkan basis data pengembang dan AppGallery.

5. Sistem Operasi Kompatibel

Menggantikan Android, Huawei pun menciptakan sistem operasi teranyar yang bernama Hongmeng OS.

Kabarnya, sistem operasi terbaru rancangan Huawei ini dibuat dengan memanfaatkan bantuan dari mantan insinyur Nokia, geng.

Sistem operasi ini diduga akan sangat kompatibel untuk semua aplikasi Android dan bisa digunakan pada perangkat smartphone, komputer, TV, hingga mobil.

Perlu diingat, Hongmeng OS jelas memikul tugas berat untuk menarik para developer aplikasi agar mau bekerja.

6. Potensi untuk Menjatuhkan Android

Suatu saat nanti, sistem operasi besutan Huawei bisa saja mengalahkan Android dan membalikkan keadaan.

Hal ini sangat berpotensi kalau vendor smartphone asal Tiongkok lainnya mengikuti jejak Huawei, geng.

Kalau Huawei, Oppo, dan Xiaomi bergabung dan menggunakan Hongmeng OS, pengguna Android pun jelas akan berkurang.

Selain itu, bisa dipastikan bahwa Android akan mengalami kerugian yang cukup serius kalau ditinggalkan oleh Huawei, Oppo, dan Xiaomi.

7. Google Ingin 'Rujuk' dengan Huawei?

Setelah Huawei berhenti menggunakan Android, kabarnya Google berusaha supaya Android bisa sepenuhnya rujuk kembali dengan Huawei, geng.

Google sudah mengajukan lisensi kepada pemerintah Amerika Serikat untuk melanjutkan rencana bisnis dengan perusahaan China.

Keputusan itu diambil setelah adanya peringatan pada pengguna perangkat Huawei untuk nggak menginstall aplikasi Google.

Google memutuskan untuk meninjau kembali aturan tersebut kemungkinan karena takut kehilangan 43,99 persen pengguna Android.

Sayangnya, masih belum diketahui bagaimana keputusan akhir pemerintah Amerika Serikat terkait usaha Google untuk 'rujuk' dengan Huawei.

Akhir Kata

Hengkangnya Android dari Huawei tentu akan memberikan efek besar bagi kedua belah pihak, baik Android bersama Google maupun Huawei.

Yang pasti, Huawei terus berupaya untuk membangun sistem operasi tersendiri agar bisa mandiri tanpa adanya Android dan layanan Google.

Baca juga artikel seputar Huawei atau artikel menarik lainnya dari Tia Reisha.

ARTIKEL TERKAIT

8 Kelebihan dan Kekurangan HUAWEI P40, Gak Worth It Dibeli?

7 Perusahaan Besar yang Akhirnya Ikut Blokir Huawei | FB, IG, dan WA Kok Termasuk?

5 Penguasa Pasar Smartphone Dunia, Huawei Diramalkan Bakal Gulingkan Samsung

7 Fakta Seputar Sistem Operasi Hongmeng Besutan Huawei, Bisakah Menggantikan Android?

Google Resmi Putus Kerja Sama dengan Huawei, Benarkah Huawei Tak Lagi Pakai Android?

6 Dampak Buruk Saat HP Android Tidak Memiliki Layanan Google

undefined
Kembali Keatas