Ustadz Jaka: Berciuman Saat Puasa, Batalkah?

Ditulis oleh Jaka - Rabu, 15 Juni 2016, 08:00
Bukan hanya menahan lapar dan dahaga, saat berpuasa juga kita wajib menahan nafsu bathin. Lalu, apa hukumnya mencium pasangan saat sedang puasa?

Pertanyaan

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Seperti kita ketahui ibadah puasa di bulan Ramadan adalah wajib hukumnya. Bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga, puasa dalam Islam juga mengajarkan untuk menahan diri dari godaan yang bersifat batin, seperti menjaga hawa nafsu dan menghindarkan hati dari sifat-sifat tercela.

Sebagai anak muda yang gejolak jiwanya masih meledak-ledak, Saya mau tanya nih Ustadz. Apa hukumnya jika saya mencium orang yang Saya sayangi di bulan puasa? Apakah batal hukumnya?

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Epi Kusnara, 25 tahun

BACA JUGA
  • Ustadz Jaka: Benarkah Setan Diikat Selama Bulan Puasa?
  • Ustadz Jaka: Apa Hukumnya Menelan Ludah Saat Puasa?
  • Ustadz Jaka: Apa Hukumnya Menggunakan WiFi Tanpa Izin?

Jawaban

Wa'alaikumsalam Wr. Wb.

Terima kasih atas pertanyaannya, Epi. Saya mau menegaskan dulu, di usia 25 tahun, saudara Epi sudah menikah atau belum ya? Hal ini penting untuk bisa menjawab pertanyaannya secara tepat.

Kita asumsikan bahwa saudara Epi sudah menikah, maka mencium orang yang disayangi (istri) itu hukumnya sama dengan dengan berkumur-kumur di bulan puasa, yakni tidak membatalkan puasa. Tapi jika masih pacaran, maka hukumnya haram, dan membatalkan puasa.

ADVERTISEMENT

Kadang-kadang Rasulullah s.a.w, mencium sebagian istri-istrinya, padahal Beliau sedang berpuasa, kemudian Aisyah r.a, tertawa. (Hadits Shahih, HR Al-Bukhari: 1793 dan HR Muslim: 1851. Teks hadits riwayat al-Bukhari)

Rasulullah s.a.w. mencium dan mencumbu (dengan istrinya), padahal Beliau sedang berpuasa. Namun Beliau adalah orang yang paling kuat menahan syahwatnya di antara kamu sekalian. (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari: 1792 dan Muslim: 1854, teks hadits riwayat al-Bukhari)

Selama mencium orang yang disayangi (muhrim) tidak disertai syahwat, maka hal itu tidak membatalkan puasa. Namun perlu diingat makruh hukumnya mencium bibir, atau bagian tubuh lainnya jika diserat syahwat yang memicu jima' (bersenggama) saat puasa. Jika tidak mampu mengontrol syahwat, sebaiknya hindari mencium seseorang di bulan puasa agar tidak keluar air mani saat berpuasa.

Jika sampai terjadi hubungan seksual (dengan istri) setelah ciuman di bulan puasa, maka kamu wajib membayarnya nanti setelah puasa Ramadan usai. Adapun yang harus kamu bayar adalah mengganti puasanya yang batal dengan berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkannya.

Kembali Saya tegaskan, meski ciuman tidak membatalkan puasa, tapi akan batal jika dilakukan oleh yang bukan muhrim. Atau jika kamu ciuman dan keselek ludah pacar, itu jelas batal.

Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan wanita kecuali bersama mahramnya. (HR. Al-Bukhari dan Imam Muslim)

ARTIKEL TERKAIT

Ustadz Jaka: Apakah Selama Bulan Puasa Masih Bisa Melihat Hantu?

Ustadz Jaka: Apakah Amalan Puasa Hangus Gara-gara Update Status?

Ustadz Jaka: Hukum Membaca Al-Qur'an di Aplikasi Smartphone di Toilet / WC

Ustadz Jaka: Tetap Lanjut Makan Setelah Imsak, Bolehkah?

Ustadz Jaka: Meninggalkan Tarawih Karena Sibuk Kerja?

APPS TERKAIT
Tinder 11.10.0
Apps Tinder
Muslim Pro: Azan, Quran, Qibla 6.5.4
Apps Muslim
Prayer Times: Qibla & Azan 4.2.1
Apps PXL APPS
undefined
Kembali Keatas