9 Game Terkenal yang Menggunakan Sistem Microtransaction

Ditulis oleh Jaka - Kamis, 21 Desember 2017, 13:30
9 Game Terkenal yang Menggunakan Sistem Microtransaction

Akhir-akhir ini microtransaction telah menjadi bahan perbincangan seluruh gamer, baik di dunia nyata maupun di internet. Hal itu disebabkan oleh salah satu game yang dikeluarkan oleh Electronic Arts, karena di dalamnya terdapat microtransaction yang menurut para gamer sudah keterlaluan. Ya, game tersebut adalah Star Wars Battlefront 2.

Namun, yang menjadi pembahasan kita kali ini bukanlah game dari EA tersebut. Kali ini, Jaka akan memberi kamu sebuah informasi mengenai game-game lain yang menggunakan sistem tersebut. Game-game ini bukan hanya dari EA saja, tapi ada juga dari beberapa developer dan publisher lain. Dan tentunya, tidak semua game-game di bawah ini menggunakan microtransaction yang tidak sehat.

Bagi kamu yang belum tahu, microtransaction adalah sistem di dalam game di mana para pemain dapat membeli item-item dengan menggunakan uang asli. Pada dasarnya, sistem ini sebenarnya bersifat opsional, tapi semakin berjalannya waktu berubah menjadi sebuah kebutuhan wajib di dalam sebuah game. Tanpa basa basi lagi, berikut 9 game yang menggunakan sistem microtransaction.

BACA JUGA
  • 7 Search Engine Game Terbaik Untuk Temukan Game-Game Super Keren
  • 5 Game yang Paling Dibenci Para Gamers, Kamu Termasuk?
  • 3 Alasan Gamer Sejati WAJIB Coba Game RPG Jepang

9 Game Terkenal yang Menggunakan Sistem Microtransaction

1. Assassin's Creed Origins

Salah satu game terkenal dari Ubisoft, Assassin's Creed Origins ternyata memiliki sistem ini. Di dalam game ini, pemain dapat membeli berbagai macam item, seperti senjata, aksesoris, ability, dan lain-lain. Namun di sini, microtransaction-nya sama sekali tidak mengganggu story game-nya, dan ini benar-benar microtransaction yang bisa dikatakan sehat.

2. Mortal Kombat X

Mau lebih brutal, banyak karakter, dan juga kostum di Mortal Kombat X? Maka, pemain harus mengunjungi Krypt, lalu memecahkan patung-patung batu yang ada, dan pemain akan mendapatkan hadiah secara acak. Karena hadiahnya acak, maka tidak selamanya bagus. Oleh sebab itu, NetherRealm Studios selaku developer menyertakan opsi untuk membeli setiap item dari Krypt.

3. Dead Space 3

Pertarungan Dead Space sangat bergantung pada penggunaan berbagai senjata unik untuk menyerang dan memusnahkan Necromorphs. Senjata-senjata tersebut dapat pemain kumpulkan di setiap komponennya dengan menggabungkannya, sehingga terciptalah sebuah senjata baru yang lebih kuat. Namun, masalahnya adalah bahwa sebagian besar resource-nya terkunci di belakang microtransaction. Inilah yang sangat disayangkan, di mana sesuatu yang sebenarnya mudah dan sederhana malah terkesan dipersulit.

4. Star Wars Battlefront 2

Game inilah yang menjadi puncak kemarahan para gamer di seluruh dunia. Bukan hanya dari kalangan yang menyukai Star Wars saja, tapi semua orang juga ikut mengecam EA. Menurut para gamer, yang dilakukan EA terhadap gamenya ini memang sudah keterlaluan. Microtransaction-nya terlihat sangat jelas dan terlihat seperti pay to win, di mana yang punya uang yang akan lebih unggul dalam permainan.

5. FIFA Series

Inilah salah satu game sepak bola yang namanya sudah sangat terkenal di mana-mana. Ya, FIFA, sebuah game simulasi sepak bola milik EA yang tentu saja memiliki microtransaction di dalamnya. Microtransaction-nya berada pada satu mode game yang dinamakan FUT (Fifa Ultimate Team), di mana pemain dapat membeli points dengan uang asli. Points itu dapat digunakan untuk membuka pack yang isinya masih mengandalkan keberuntungan.

ADVERTISEMENT

6. Call of Duty: World War 2

Salah satu game dari Activition, Call of Duty: World War 2 juga sepertinya ingin mengikuti apa yang telah dilakukan oleh EA. Melalui gamenya ini, ternyata Activition pun menaruh sistem microtransaction dengan menamakannya "Call of Duty Points". Points ini dapat pemain gunakan untuk membeli supply drop yang ada di multiplayer maupun zombi mode gamenya dengan uang asli.

7. Candy Crush

Candy Crush adalah salah satu game puzzle terbaik yang pernah ada. Namun, bagi kamu yang belum tahu, di game ini pemain hanya diberi beberapa lives atau nyawa per hari agar dapat memainkannya. Setelah nyawa ini habis, pemain bisa menunggu nyawa tersebut terisi ulang atau membayarnya agar dapat bermain lagi. Kebanyakan orang tampaknya tidak sabar dan langsung membayar hanya untuk melanjutkan permainannya.

8. Team Fortress 2

Di game Team Fortress 2, pemain dapat membeli sebuah kunci dengan menggunakan uang asli. Kunci ini dapat digunakan untuk membuka peti yang isinya berbagai macam, seperti senjata, aksesoris, dan lain-lain. Selain itu, pemain juga bisa mendapatkan item secara manual, tapi waktu yang diperlukan relatif lama. Dalam hal ini, ternyata game free to play pun memiliki beberapa cara agar dapat menghasilkan uang sendiri.

9. Heroes & Generals

Mungkin masih sedikit yang tahu tentang microtransaction di game yang mirip PUBG ini. Ketika seorang tentara baru masuk ke barak pemain, ia akan diberi nama secara otomatis. Namun, bagaimana jika pemain ingin mengubahnya? Nah, untuk mengubahnya pemain harus membayar dengan uang asli. Yah, hal inilah yang membuat gamer merasa bingung mengapa developer menyertakan microtransaction pada sesuatu yang sebenarnya sangat sepele ini.

Nah, itulah beberapa game yang memiliki sistem microtransaction di dalamnya. Sistem seperti ini sebenarnya tidak sepenuhnya salah, namun sangat disayangkan microtransaction saat ini sudah jauh dari definisi yang sesungguhnya.

ARTIKEL TERKAIT

5 Cita-cita Kids Jaman Now yang Diragukan Calon Mertua, Setuju?

Buruan! Download Game Assassin's Creed IV: Black Flag GRATIS

GRATIS! Begini Cara Telepon dan SMS Tanpa Sinyal Provider

Rekomendasi 7 HP Wireless Charging Terbaik Tahun 2019

6 Project 'Rahasia' Terkeren Dari Google yang Pasti Belum Kamu Ketahui!

APPS TERKAIT
JalanTikus 2.5.2
Apps JalanTikus.com
Babe - Baca Berita 7.6.2
Apps Mainspring
YouTube 15.11.34
Apps Google Inc.
LINE Komputer 4.8.3.1128
Apps Naver
undefined
Kembali Keatas