7 Game Paling Payah yang Pernah Dibuat Franchise Game Terkenal, Bikin Malu!

Ditulis oleh Jaka - Minggu, 01 Juli 2018, 12:00
Sebagian besar developer terus memompa franchise yang mereka miliki tanpa memperhatikan kualitas game itu sendiri. Hasilnya, Game-game setengah matang dirilis, ketika mereka seharusnya belum siap atau belum layak untuk dirilis.

Video game memiliki satu kebiasaan buruk, yaitu selalu gagal melampaui ekspektasi gamer di awal. Bahkan, sebagian besar developer terus memompa franchise yang mereka miliki tanpa memperhatikan kualitas game itu sendiri. Hasilnya, Game-game setengah matang dirilis, ketika mereka seharusnya belum siap atau belum layak untuk dirilis.

Kasus seperti ini, secara tidak langsung mempermalukan sekaligus membunuh franchise itu sendiri. Dimana gamer pada akhirnya ragu untuk memainkan sebuah game baru yang lahir dari suatu franchise, karena takut apa yang mereka dapatkan tidak sesuai dengan yang mereka harapkan.

Seperti 7 Game Paling Payah yang Pernah Dibuat Franchise Game Terkenal berikut ini. Penasaran kan game apa saja yang dimaksud? Yuk langsung saja simak artikelnya.

BACA JUGA
  • 6 Sekuel Video Game Terkenal yang Berakhir Menjadi 'Sampah'
  • 5 Franchise Video Game Paling Brutal yang Harus Dihindari Orang Penakut
  • 6 Sekuel Game Paling Menjijikan yang Harusnya Tidak Dibuat

7 Game Paling Payang yang Dibuat Dari Franchise Terkenal, Bikin Malu!

1. Homefront: The Revolution

Franchise Homefront bisa dibilang merupakan franchise berpotensial paling sia-sia di industri gaming dalam 10 tahun terakhir. Lewat premis yang terlihat menjanjikan bersamaan dengan mekanika gameplay yang terhitung solid, dua judul dari franchise ini nyatanya sama-sama gagal. Homefront: The Revolution pada dasarnya jauh lebih baik dari pendahulunya. Konsep open-world yang diusung memberi pangalaman bermain yang lebih bervariasi dan tidak linier. Tapi sayang, siklus pengembangan yang begitu kacau, membuat game yang satu ini dirilis dengan segudang bug dan masalah teknis, yang benar-benar merusak game secara keseluruhan.

2. Star Wars: Battlefront

Merilis Star Wars: Battlefront sesaat setelah filmnya dirilis, secara jelas menunjukkan bahwa itu hanyalah upaya setengah matang dari EA yang ingin meraup keuntungan sebesar-besarnya lewat sebuah franchise film yang begitu besar. Tanpa fitur-fitur yang dikagumi fans, Battlefront tidak memiliki potensi sama sekali untuk bisa menjadi franchise jangka panjang. Tanpa mode campaign, Battlefront hanya menyertakan mode multiplayer yang tentu saja, wajib dimainkan dengan koneksi internet. Keputusan semacam ini benar-benar diskriminatif bagi gamer yang memang tidak memiliki koneksi internet di rumahnya.

3. Mafia III

Mengambil kritik tentang dunia terbuka yang dianggap minim aktivitas di dua seri awal, Mafia III langsung memberi apa yang pemain inginkan, dengan mengimplementasikan berbagai macam konten sampingan dan misi tambahan untuk melengkapi narasi utama. Nahasnya, ketika Mafia III dirilis, konsep yang mereka usung ternyata sudah usang bagi sebagian besar gamer. Kesalahan Mafia III tidak hanya terletak di waktu rilis yang terbilang terlambat namun juga isi dari game itu sendiri. Mafia III menjadi salah satu game dengan optimalisasi terburuk yang pernah dibuat, dan itu diperparah dengan misi utama yang cenderung memiliki kesamaan satu sama lain.

4. Mass Effect Andromeda

Mencoba untuk me-restart franchise ke arah yang baru, seri Mass Effect terbaru memberikan pengalaman bermain yang lebih terbuka. Sayangnya, konsep baru dan menarik itu tercederai dengan fakta bahwa Mass Effect Andromeda memiliki pengumpulan sumber daya yang monoton, misi yang kurang mempesona dan mekanika pertempuran yang membosankan. Sejujurnya, Andromeda merupakan produk berantakan, yang langsung menghancurkan franchise Mass Effect yang dulunya sempat dipuja-puja oleh gamer. Pemain tidak perlu repot-repot membeli untuk membuktikan game buatan BioWare ini, sebab Mass Effect Andromeda benar-benar membusuk sampai ke inti.

5. Silent Hill: Origins

Bertindak sebagai sebuah prekuel, Origins merupakan judul pertama dari franchise Silent Hill, yang tidak dikembangkan oleh Team Silent dan itu benar-benar buruk. Meski tidak gagal secara langsung, Origins lebih terasa seperti sebuah game tiruan buruk yang mengambil inspirasi dari game yang jauh lebih baik, yang pada akhirnya membuat game rilisan tahun 2007 ini terlihat seperti kehabisan ide. Nahasnya lagi, Silent Hill: Origins ternyata lebih difokuskan untuk PSP. Versi PS2 yang dirilis beberapa bulan setelahnya, mendapat banyak review negatif karena keterbatasan yang dimilikinya. Dengan fokus yang lebih ditujukan kepada konsol genggam, Origins menjadi bukti bahwa developer tidak memiliki kepercayaan diri untuk membuat seri Silent Hill dengan baik.

ADVERTISEMENT

6. Assassin's Creed: Unity

Unity menjadi awal dari penurunan kualitas franchise Assassin s Creed, yang sekaligus menjadi awal dari keputusan Ubisoft untuk tidak merilis franchise yang satu ini secara tahunan. Unity berisi segala sesuatu yang salah dari franchise Assassin's Creed. Dunia terbuka yang sepi inovasi, animasi dan gameplay yang penuh bug, serta cerita yang mudah dilupakan, menjadi beberapa dari banyaknya keburukan yang tertanam di Assassin's Creed: Unity. Hal yang lebih menjengkelkan lagi, seri selanjutnya yaitu Syndicate, tidak benar-benar mengalami perubahan yang signifikan, dan hampir sama seperti Unity, Syndicate juga tidak terlalu baik secara keseluruhan.

7. Thief

Thief yang dirilis pada tahun 2014, pada dasarnya merupakan game reboot yang berusaha untuk memperbaiki dosa dari seri sebelumnya, namun salah sasaran dalam eksekusinya. Apa yang harusnya menjadi peningkatan besar, berakhir sebagai sebuah penurunan signifikan yang membuat banyak gamer prihatin. Thief memiliki mekanika gameplay yang tidak jelas dan tidak bersemangat. Cukup untuk membuat Dishonored yang notabene merupakan rivalnya, menjadi terlihat berkali-kali lebih baik. Selain itu, sistem peta yang aneh dan narasi yang mainstream, membuat Thief bisa dikatakan merupakan salah satu game reboot paling gagal dan tidak menarik yang pernah dirilis ke pasaran.

Akhir Kata

Itu tadi beberapa ulasan mengenai game-game setengah jadi yang benar-benar merusak franchise. Developer terkadang melakukan langkah curang dengan membuat game setengah hati, yang notabene minim anggaran, namun tetap berusaha untuk mendapat pemasukan sebesar-besarnya dengan membawa kesuksesan suatu franchise di awal. Semoga bermanfaat!

ARTIKEL TERKAIT

7 Game Dewasa Paling Hot yang Akan Membuat Kamu Deg-degan, Jangan Dimainin Pas Puasa Ya!

Saking Lakunya, 6 Franchise Ini Tidak Akan Berhenti Dirilis Sampai 100 Tahun ke Depan

5 Karakter Humanoid Paling Keren dan Canggih Sepanjang Sejarah Video Game

5 Item Termahal di PUBG yang Cuma Bisa Dibeli Kalo Kamu Keturunan Sultan

APPS TERKAIT
Dolphin - Nintendo Wii Emulator 5.0
Apps Dolphin-Emu
ePSXe - Playstation 1 (PS1) Emulator 2.0.5
Apps Epsxe
Xenia - XBox 360 Emulator November 09 2017
Apps Xenia
RPCS3 - Playstation 3 (PS3) Emulator 0.0.4
Apps RPCS3
undefined
Kembali Keatas