3 Protokol Syuting Adegan Dewasa Saat Corona, Ciuman Sama Patung?

Ditulis oleh Jaka - Rabu, 25 Mei 2022, 17:00
Beberapa film memasukkan sex scene untuk menambah emosi dalam film. Di tengah pandemi corona, begini protokolnya untuk syuting adegan panas.

Pandemi virus corona atau Covid-19 memang membuat banyak hal jadi tertunda, seperti beberapa film yang ditunda tayangnya karena pandemi. Walaupun begitu, para pembuat film masih bisa melakukan syuting di tengah pandemi dengan beberapa protokol.

Salah satunya saat syuting adegan panas. Kontak dekat dan keintiman yang terjadi dikhawatirkan akan menjadi salah satu penularan dari virus corona.

Oleh karena itu ada panduan atau protokol yang dikeluarkan guna melindung aktor dan seluruh kru dari penyebaran virus corona.

Directors UK, salah satu asosiasi sutradara profesional di Inggris saat itu mengeluarkan sejumlah protokol baru bagi para pembuat film saat mengambil gambar adegan panas, geng.

Mereka menyebutkan bahwa protokol ini ada untuk semua orang yang terlibat dalam pembuatan konten sensitif seperti ini. Tujuannya agar hal ini menjadi praktek kerja standar dalam industri perfilman.

Mereka harus mematuhi protokol kesehatan untuk menjaga para aktornya tetap aman, namun juga bisa membuat filmnya tetap menarik bagi para penonton.

Hal ini termasuk mengetes para pemeran dan kru (rapid tes atau swab), karantina, tenaga medis di lokasi syuting, olah kamera, ilusi, dan naskah yang sugestif.

Oleh karena itu, syuting adegan panas yang melibatkan kontak dekat antara tubuh manusia dianggap bisa menyebarkan virus corona yang menganjurkan physical distancing atau jaga jarak fisik.

ADVERTISEMENT

Buat kamu yang penasaran apa saja protokol syuting adegan panas saat pandemi, berikut Jaka kasih penjelasannya.

1. Ikuti Hays Code

Menurut Directors UK, para pembuat film disarankan untuk menonton film yang diproduksi dengan Hays Code seperti Casablanca dan It Happened One Night.

Hays Code atau Motion Picture Production Code merupakan panduan moral untuk menyensor konten dewasa sendiri. Kedua film dewasa di atas mencontohkan bagaimana mengambil adegan 18+ yang baik di kala pandemi.

Hays Code melarang adanya tampilan adegan dewasa dalam film, sehingga mereka harus mencari cara untuk 'sensor' adegan tersebut dengan adegan romantis lainnya yang juga sama-sama menarik emosi penonton.

Directors UK mencatat bahwa adegan keintiman secara emosional bisa sama menariknya seperti kedekatan fisik. Misalnya, tanpa memperlihatkan adegan bercinta secara eksplisit, justru diganti memperlihatkan kedua karakter sedang membetulkan baju setelah melakukannya.

Atau, terlihat menutup pintu tempat tidur dan biarkan apa yang terjadi bergantung pada imajinasi para penonton.

2. Pakai Manekin

Mengambil gambar adegan panas bisa diganti menggunakan manekin, dan inilah yang dilakukan oleh film The Bold and the Beautiful.

Hal ini sejalan dengan protokol baru Directors UK yang menyarankan menggunakan pengganti dalam adegan panas. Seperti misalnya manekin, motion capture, animasi atau teknologi green screen.

Produser mereka, Bradley Bell mengatakan bahwa sebelumnya mereka mencoba untuk mengeluarkan scene panas dari film. Namun jalan ceritanya jadi sedikit hambar karena film ini tentang interaksi keluarga dan romansa.

Salah satu idenya adalah mereka menggunakan manekin untuk adegan ranjang dan juga adegan di rumah sakit. Mereka mengambil gambar dari jarak yang cukup jauh atau trik agar penonton tak melihatnya tak bergerak atau kaku.

Reaksi para pemeran cukup beragam, beberapa ada yang sedikit ragu apakah mereka ingin melakukannya atau tidak. Bayangkan coba, geng, berciuman dengan boneka plastik belum tentu pengalaman menyenangkan bagi semua orang, kan?

3. Dengan Pasangan Asli atau Tulis Ulang

Directors UK menyarankan untuk menggunakan pasangan asli atau jika memungkinkan menulis ulang adegan panas tersebut bagi para pembuat film.

Sehingga dengan cara tersebut, para sutradara bisa mempertimbangkan apakah penting untuk memasukkan adegan itu atau tidak. Meskipun memang belakangan ini film dengan adegan panas lebih diminati.

Sehingga kamu mungkin tidak akan bisa menikmati film-film dengan konten syur seperti Fifty Shades of Grey, yang sempat dilarang tayang di Indonesia.

Membatasi adegan panas bisa diatasi dengan menggunakan pasangan asli pemeran tersebut. Tentunya alasan ini cukup bagus, namun tantangannya adalah apabila pasangannya bukanlah aktor yang baik.

Beberapa sutradara mengatasi hal ini dengan menggunakan wig atau make over sehingga tampak seperti pasangan bermain aktor tersebut.

Akhir Kata

Demikian pembahasan Jaka tentang protokol adegan dewasa di kala pandemi virus Corona. Tentunya diharapkan semua sutradara dan pembuat film lainnya bisa mengikuti protokol ini untuk tetap menekan angka penyebaran virus Corona.

Tetap sehat dan semangat terus, geng! Sampai berjumpa di artikel selanjutnya!

Baca juga artikel seputar Film atau artikel menarik lainnya dari Frieda Isyana

ARTIKEL TERKAIT

10 Game dengan Adegan Sex yang Tidak Boleh Dimainkan Anak Kecil

10+ Foto yang Buktikan Manusia Jatuh Cinta dengan Boneka Sex!

5 Game dengan Adegan Sex Paling Aneh yang Pernah Ada (18+)

Gak Cuma Buat Telepon dan SMS, Nokia 3310 Jadul Juga Dijadikan Sex Toys!

Jangan Ditonton Saat Jam Kerja: Inilah Video 360 Paling Sexy di Youtube

Cewek CANTIK & SEXY Pemeran Lara Croft Ini Pasti Bikin Kamu DEG-DEGAN!

undefined
Kembali Keatas