Google Terancam Bayar Denda Besar di Korea Selatan, Ada Apa?

Ditulis oleh Jaka - Rabu, 15 Pebruari 2017, 14:30
Google sedang menghadapi lagi penyelidikan dari lembaga anti-monopoli di Korea Selatan, menghambat pengembangan Samsung dalam membuat sistem operasi mobile sendiri.

Google sedang menghadapi penyelidikan dari lembaga anti-monopoli. Kali ini, giliran Fair Trade Commission (FTC) di Korea Selatan. Mereka sedang menyelidiki, apakah raksasa pencarian ini menghambat pengembangan Samsung dalam membuat sistem operasi mobile sendiri.

Kembali pada tahun 2011, dimana Google dan Samsung menandatangani kesepakatan yang disebut Mobile Application Distribution Agreement (MADA). Intinya adalah smartphone Android yang dibuat oleh perusahaan asal Korea Selatan itu harus menggunakan Google sebagai mesin pencari default.

BACA JUGA
  • Google Akan Hapus Ribuan Aplikasi Dari Play Store! Kenapa?
  • Cara Mudah Akses Seluruh Data Google Secara Offline
  • Waspada Google Palsu! É¢oogle.com Bukanlah Google.com

Diduga Monopoli, Google Diselidiki di Korea Selatan!

Sumber foto: Foto: Recode.net

Selain itu, perangkat juga harus memiliki beberapa aplikasi besutan Google secara bawaan, sebut saja YouTube dan Gmail. Kedua perusahaan memang telah mencapai kesepakatan di komisi anti-fragmentation agreement (AFA), yang menentukan bahwa Samsung tidak diperbolehkan untuk mengembangkan sistem operasi mobile sendiri berbasis Android.

Inilah 10 Proyek Google yang Mampu Mengubah Dunia
Apa yang terlintas dibenak kamu ketika mendengar kata Google? Ya, banyak sekali proyek yang dikembangkan Google. Dan berikut ini adalah 11 proyek Google yang mampu mengubah dunia.
LIHAT ARTIKEL

Dilansir dari Android Authority, kini FTC kembali ingin menyelidiki perjanjian antara Google dan Samsung (AFA). Menurut FTC, perjanjian tersebut mungkin telah menghalangi Samsung untuk mengembangkan OS mobile sendiri.

Jika Google terbukti bersalah, perusahaan kemungkinan besar harus membayar denda dengan jumlah besar. Ini bukan yang pertama, tahun lalu Google harus membayar denda US$6.750.000 di Rusia.

Bukan hanya itu, Google juga memiliki beberapa masalah di Benua Eropa. Karena dituduh menyalahgunakan posisi dominannya di pasar, dengan menekan pabrikan ponsel dan operator seluler menggunakan produk-produk Google.

Baca juga artikel seputar Google atau tulisan dari Lukman Azis lainnya.

ADVERTISEMENT

Sumber foto: Banner: Searchengineland.com

ARTIKEL TERKAIT

Perangi Pembajakan Online, Google Hapus Link Torrent di Hasil Pencarian

Ini Alasan Xiaomi Ingin Buat Prosesor Sendiri

AJEGILE! DragonBoard 820c Ini Bikin Raspberry Pi Seperti Kura-kura

GILA! Harga Apple iPhone 8 Dimulai Dari Rp 13 Juta?

Ternyata Lebih dari 50% Pengguna Internet Bukan Manusia! Lalu Siapa?

APPS TERKAIT
Klakson Telolet 4.4
Apps KMB Technologies
Disney GIF 1.0.9
Apps Disney
UseeTV 4.4.4
Apps PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk
Bersosial 5.0.1
Apps DanPros
undefined
Kembali Keatas