Ilmuwan Perkirakan Penampakan Peta Bumi 250 Juta Tahun ke Depan, Dunia Menyatu Lagi?

Ditulis oleh Jaka - Rabu, 25 Mei 2022, 23:45
Para ahli geologi memperkirakan penampakan peta Bumi 250 juta tahun ke depan yang menunjukkan dunia bakal kembali menyatu.

Dunia ini sedang bersiap untuk perubahan geografis besar, di mana seluruh benua dan kepulauan di dunia akan kembali menyatu seperti Benua Pangea di masa prasejarah.

Hal ini ditunjukkan ahli geologi dengan membuat peta yang menunjukkan superbenua baru kemungkinan akan terbentuk selama 250 juta tahun ke depan.

Peta tersebut dihipotesiskan oleh ahli geologi Christopher Scotese pada tahun 1982. Pangea Proxima adalah penampakan masa depan yang potensial dari daratan Bumi berdasarkan siklus pergeseran benua di masa lalu.

Ini menunjukkan bahwa kita sedang bergerak menuju dunia di mana hampir semua wilayah akan disatukan. Hampir sepenuhnya menutup Samudra Atlantik dan Hindia dan menggabungkan Amerika Selatan dan Utara dengan Eropa dan Afrika.

Jika hipotesis Scotese menjadi kenyataan, sebagian besar negara di dunia kemungkinan akan bergabung selama ratusan juta tahun ke depan menjadi satu daratan berbentuk lengkungan.

Namun, peta ini menunjukkan bahkan jika ini terjadi, Selandia Baru kemungkinan akan menjadi salah satu dari sedikit negara kepulauan yang terpisah dari bagian dunia lainnya.

Peta menunjukkan Aotearoa (nama lain Selandia Baru) akan menjadi pulau terbesar kedua di luar daratan Pangea utama setelah Chukotka, wilayah timur jauh Rusia, yang berada di sebelah barat Kanada.

Namun, pada peta ini Selandia Baru tidak akan terlihat sama seperti sekarang bahkan hampir tidak akan bisa dikenali.

ADVERTISEMENT

Peta ini menunjukkan alih-alih membentang dari utara ke selatan, orientasi ahli geologi di Pangea Proxima malah akan timur ke barat.

Tampaknya juga bagian dari Aotearoa akan bergerak ke barat daya Australia dan bergabung dengan Pulau Ross, Chili, dan Indonesia.

Peta menunjukkan Australia, akan tersapu ke lengkungan utama Pangea Proxima. Di mana Australia kemungkinan akan berbagi perbatasan dengan apa yang sekarang disebut Indonesia, Filipina, Papua Nugini, dan Timor.

Australia akan berada hanya beberapa ratus kilometer dari China dalam skenario ini. Meskipun pegunungan baru akan memisahkan keduanya.

Pada perubahan lain terlihat Antartika bergeser ke utara untuk bergabung dengan Madagaskar, Brasil, dan Uruguay.

Kemudian tercipta wilayah air baru yang disebut Laut Hindia, dan serangkaian pegunungan baru antara Amerika dan Afrika yang bergabung.

Menurut peta, titik tertinggi baru 250 juta tahun dari sekarang tidak akan menjadi Gunung Everest.

Penting untuk dicatat bahwa Pangea Proxima hanyalah sebuah teori, dan tidak memperhitungkan perubahan tektonik, yang sangat sulit diprediksi.

Ahli paleogeologi Ronald Blakey, mengatakan kepada The Atlantic bahwa 15-85 juta tahun ke depan cukup sederhana untuk diprediksi. Namun, proyeksi apa pun di luar jangka waktu itu "sangat, sangat spekulatif".

Beberapa hipotesis lain telah diajukan untuk superbenua. Termasuk Amasia, penggabungan Asia dan Amerika Utara; Novopangaea, kombinasi Australia dengan Asia Timur; dan Aurica, tabrakan Australia dan Antartika dengan Eurasia timur. Kalau kamu ada hipotesis sendiri tidak?

Baca juga artikel seputar Sains atau artikel menarik lainnya dari Ilham Fariq Maulana.

BACA JUGA

10 Potret Artis Tampan Belanja di Pasar Tradisional | Gak Gengsi!

10 Potret Baby Arsha, Bayi Ganteng dari Pasangan Dinda Hauw dan Rey Mbayang | Lebih Mirip Siapa?

Nonton Film Ali dan Ratu Ratu Queens (2021) | Melancong ke AS Demi Mencari Ibu

Download Higgs Domino MOD APK v1.72 Terbaru 2021 | Unlimited Money!

Misteri Penemuan Kerangka Gadis yang Terkubur dengan Burung di Mulut| Belum Terpecahkan Puluhan Tahun

ARTIKEL TERKAIT

8 Gorila di Kebun Binatang Ternyata Positif COVID-19, Kok Bisa?

WHO: Pandemi COVID-19 di 2021 Bisa Lebih Buruk dari 2020

Vaksin COVID-19 Bisa Memperbesar Penis, Hoaks atau Bukan?

Lukisan Goa Tertua di Dunia Ditemukan di Indonesia, Begini Penampakannya!

undefined
Kembali Keatas