7 Game yang Direvisi Karena Amukan Netizen, Tunduk Kepada Keyboard Warrior!

Ditulis oleh Jaka - Kamis, 23 Desember 2021, 18:05
Bukan cuma selebgram yang jadi target amukan netizen, video game juga jadi target, geng. Di sini Jaka mau share 7 game yang direvisi karena amukan netizen.

Di abad ke-21, sudah bukan bencana alam atau maling yang harus kalian takuti. Hal paling mengerikan di dunia itu sekarang adalah kemarahan netizen, geng!

Dari selebgram yang mau bayar apa-apa pakai exposure sampai kamera iPhone 11 yang jadi buah bibir, semua bisa jadi target julid netizen.

Waktu netizen terbagi dua saat Pemilu aja sudah mengerikan, makanya bisa dibayangkan seperti apa jadinya kalau netizen sudah bersatu dan hal ini sering terjadi di dunia game.

Waktu zaman PS1 dulu, game itu merupakan produk jadi dan setelah keluar sudah nggak bisa diganggu gugat lagi.

Nah, berkat adanya internet dan adanya fitur patch/update, developer sekarang bisa mengubah beberapa aspek dalam game mereka.

Tak hanya itu, internet dan media sosial juga sangat memudahkan publik untuk mengeluarkan keluhan mereka dan hasilnya, julid sudah jadi budaya sehari-hari.

Walhasil, banyak developer yang menjadi kreatif dan menggunakan update untuk mengubah game mereka demi kepuasan netizen, geng.

Di kesempatan ini, Jaka mau share daftar 7 game yang direvisi karena amukan netizen!

ADVERTISEMENT

1. Mass Effect 3

Mass Effect 3 adalah game penutup trilogi RPG Mass Effect buatan Electronic Arts (EA) yang justru membuat Electronic Arts dibenci banyak orang.

Trilogi Mass Effect bercerita tentang usaha Commander Shepard dalam melawan spesies alien yang disebut Reapers yang ingin menghancurkan semua kehidupan di alam semesta.

Kedua game pendahulunya sudah sangat dielu-elukan dan ekspektasi publik untuk game ini sangat tinggi. Maka dari itulah, mereka langsung berkoar ketika Mass Effect 3 memiliki ending yang mengecewakan.

Kejadian ini bahkan sempat disindir di acara komedi HBO Silicon Valley dan EA akhirnya mengeluarkan update Extended Cut yang memperbaiki ending Mass Effect 3.

2. Little Big Planet

Little Big Planet adalah seri game platformer buatan Media Molecule dan Sony yang terkenal karena memberikan kebebasan terhadap pemain untuk membuat level mereka sendiri.

Little Big Planet merupakan game yang sangat ramah anak walaupun akhirnya sempat terlibat kontroversi saat dirilis di tahun 2008.

Game ini sempat diprotes karena ada pemain Muslim yang menemukan bahwa salah satu musik di game ini mengandung beberapa ayat dari Al-Qur'an.

Walhasil, game ini akhirnya sempat dihentikan dari peredaran selama musik yang bermasalah tersebut sedang dihapus Sony.

3. Medal of Honor (2010)

Medal of Honor adalah seri game FPS yang bisa dianggap sebagai nenek moyang game FPS di konsol karena merupakan seri game FPS pertama yang sukses besar di dunia konsol.

Di tahun 2010, EA mengeluarkan reboot dari seri ini yang diberi nama Medal of Honor (2010) yang mengambil latar perang melawan Al-Qaeda dan Taliban di Afghanistan.

Nah, game ini juga sempat menuai amarah dari netizen, terutama yang memiliki pengalaman perang, karena mode multiplayer di game ini mengizinkan pemain untuk menjadi anggota Taliban.

Akhirnya, EA menghapus nama Taliban di mode multiplayer dan mengganti semua penggunaan kata Taliban menjadi istilah Opposing Force.

4. Fallout 3

Fallout 3 adalah game RPG open world dari Bethesda yang memberikan kebebasan besar pada pemain untuk menentukan penampilan dan jalan cerita karakter mereka sendiri.

Meskipun menuai banyak pujian, Fallout 3 menjadi pusat kemarahan netizen di tahun 2008 karena di klimaks game ini, karakter mereka tidak diberikan pilihan lain selain menghadapi kematian.

Hal ini sangat bertolak belakang dengan game Fallout yang sangat menitikberatkan kebebasan pemain. Jaka pribadi juga kesal karena ending-nya tiba-tiba menjadi seperti itu.

Akhirnya, Bethesda mengeluarkan konten tambahan di mana karakter utama berhasil selamat dari ending game tersebut. Sayangnya, hal ini juga sempat diprotes karena konten tambahan ini nggak gratis.

5. Destiny

Destiny adalah game multiplayer FPS dengan elemen RPG yang dirilis di 2014 oleh Bungie, developer kawakan yang terkenal karena kolaborasi mereka dengan Microsoft di seri Halo.

Destiny sendiri sempat menuai kritik karena karakter Ghost yang diisi suaranya oleh Peter Dinklage. Mengapa demikian?

Meskipun memiliki nama besar di dunia televisi berkat perannya sebagai Tyrion Lannister di Game of Thrones, banyak fans yang mengkritik perannya sebagai Ghost.

Alih suara Dinklage dinilai datar dan membosankan dan Bungie akhirnya menyewa pengisi suara veteran Nolan North untuk menggantikan semua suara Dinklage sebagai Ghost.

6. No Man's Sky

Di tahun 2016, nggak ada berita di dunia game yang lebih heboh dibandingkan kontroversi No Man's Sky, sebuah game eksplorasi ruang angkasa yang dibuat oleh Hello Games dari Inggris.

Game ini sangat ditunggu-tunggu oleh publik karena menjanjikan beberapa fitur seperti pertempuran luar angkasa berskala besar, planet-planet yang unik, stasiun antariksa, dan fitur lainnya.

Sayangnya, semua fitur itu nggak bisa ditemukan di dalam game dan Hello Games menuai kecaman besar dari publik. Setelah itu, sang pengembang game sempat diselidiki atas kasus pemasaran menyesatkan di Inggris.

Akhirnya, No Man's Sky terus melakukan beberapa update besar yang memasukkan fitur-fitur tersebut ke dalam game selama bertahun-tahun.

7. Overwatch

Game buatan Blizzard ini mungkin kurang populer di Indonesia tapi game campuran antara genre FPS dan MOBA ini sangat populer di seluruh dunia, terutama di dalam dunia eSports.

Seperti MOBA, Overwatch mengizinkan pemain untuk memilih lebih dari 30 hero dengan peran seperti tank, damage, dan support, melawan pemain lain dengan gameplay FPS.

Selain pujian dan kritik, Overwatch sempat menuai kontroversi karena salah satu pose kemenangan hero Tracer yang juga maskot dari game ini yang dinilai tidak senonoh.

Desainer game ini, Jeff Kaplan, sampai meminta maaf kepada publik atas kesalahan mereka dan akhirnya, pose kemenangan Tracer diganti menjadi versi yang lebih sopan.

Akhir Kata

Itulah, geng, daftar 7 game yang direvisi karena amukan netizen. People power itu bukan cuma sekadar candaan loh, karena juga bisa membawa perubahan.

Memang sering banget amukan netizen terkesan nggak produktif tapi di sini membuktikan kalau kemarahan netizen pun bisa membawa berkah.

Bagaimana pendapat kalian tentang perubahan di atas? Apakah menurut kamu netizen memiliki reaksi yang berlebihan? Share di kolom komentar ya, geng!

Baca juga artikel seputar Game atau artikel menarik lainnya dari Fikri Harish

ARTIKEL TERKAIT

7 Game Terbaik yang Hijrah ke Konsol Nintendo Switch, Gak Cuma Overwatch!

15+ Situs Download Game PC Terbaik & Terlengkap 2021, Gratis!

7 Glitch di GTA V yang Bikin Ngakak, Sengaja Dibuat Oleh Rockstar?

7 Game Dengan Waktu Pengembangan Tercepat, Padahal Grafisnya Memukau!

7 AI yang Lebih Hebat Dibandingkan Gamer Profesional, Dunia Dikuasai Robot?

10 Game Pilihan Editor Offline Untuk PC dan Android, Lebih Seru Tanpa Internet!

undefined
Kembali Keatas