7 Film Animasi Terburuk Sepanjang Masa, Padahal Didukung Studio Terkenal!

Ditulis oleh Jaka - Sabtu, 15 Januari 2022, 16:00
Apa sih yang bikin sebuah film animasi jadi produk gagal? Rating seancur apa sih yang pernah diterima film animasi? Yuk simak infonya!

Film dengan genre animasi seringkali diproduksi setiap tahunnya karena jumlah peminatnya yang luar biasa banyak dari anak kecil hingga orang dewasa.

Banyak studio besar yang berlomba-lomba menjadi yang terbaik di segmen pasar genre film yang satu ini seperti Disney, DreamWorks, Sony Pictures, dan masih banyak lagi.

Sayangnya, hasil karya studio ini nggak melulu laku dan menjadi pilihan film utama di pasaran. Banyak juga film animasi yang diproduksi studio film terkenal yang jadi produk gagal.

Film animasi memiliki kesulitan tersendiri yang membuat para kru film yang terlibat di dalamnya harus ekstra hati-hati dalam setiap keputusan yang diambil.

Kesesuaian karakter dengan pengisi suara, kualitas animasi yang digunakan, hingga konsep cerita harus disinkronisasi sebaik mungkin untuk mendapatkan suatu karya yang baik dan hal ini seringkali gagal untuk dilakukan.

Apa aja sih, film animasi yang akhirnya menjadi produk gagal di pasaran? Apa alasan film-film ini gagal menarik minat banyak orang? Berikut informasi selengkapnya.

1. Hoodwinked Too! Hood vs. Evil (2011)

Sumber foto: fixlist.co.nz

Film yang satu ini mencoba mengadaptasi cerita dongeng legendaris The Red Riding Hood ke dalam konteks yang berbeda.

Meskipun sudah mengusung konsep yang unik dan berbeda dari film animasi kebanyakan, film ini masih kurang bisa diterima dengan baik di pasaran.

ADVERTISEMENT

Film kedua dari series Hoodwinked yang satu ini dinilai kurang kreatif dibandingkan dengan film pertamanya.

Hoodwinked Too! Hood vs. Evil mendapatkan rating 4.7/10 di IMDb dan 11% skor Tomatometer.

2. The Emoji Movie (2017)

Sumber foto: express.co.uk

Film animasi yang satu ini mengangkat tema menarik yang menceritakan kehidupan para emoji yang terjadi di dalam smartphone milik manusia.

Film dengan tema isekai ini bercerita mengenai Gene, sebuah emoji yang memiliki berbagai macam ekspresi yang berusaha untuk menjadi normal seperti emoji lain yang hanya memiliki satu ekspresi saja.

Para karakter di dalam film ini kurang bervariasi dan lelucon yang diselipkannya pun kurang menarik dan monoton.

The Emoji Movie hanya mendapatkan rating 3.2/10 di IMDb dan 7% skor Tomatometer tanpa konsensus dari kritikus.

3. The Nut Job (2014)

Sumber foto: koreanfilm.or.kr

The Nut Job bercerita mengenai seorang tupai yang diusir dari kawanannya yang akhirnya kembali dan membantu para kawanannya dalam menyelamatkan persediaan makanan mereka.

Cerita di dalam film dengan tokoh utama hewan ini mudah ditebak dan karakter yang ada di dalamnya pun tidak dikembangkan dengan baik.

Desain animasi yang menarik dan penuh warna tidak cukup untuk mengangkat kualitas film ini secara keseluruhan dan membuatnya menjadi film animasi yang mudah terlupakan.

The Nut Job hanya mendapatkan rating 5.7/10 di IMDb dan 13% skor Tomatometer.

4. Free Birds (2013)

Sumber foto: awardscircuit.com

Fim animasi yang satu ini bercerita tentang dua ekor burung kalkun yang kembali ke masa lalu untuk mencegah adanya tradisi Thanksgiving yang selalu menjadikan kalkun sebagai hidangan utama.

Konsep cerita time travel yang diangkat di film ini gagal untuk memberikan kesan tersendiri kepada para penontonnya, dan menjadikannya mudah terlupakan.

Film yang seharusnya bergenre komedi ini juga gagal dalam menyelipkan lelucon menarik ke dalam filmnya yang membuatnya terasa monoton hingga akhir.

Free Birds yang tayang pada tahun 2013 ini mendapatkan rating 5.9/10 di IMDb dan 19% skor Tomatometer.

5. Foodfight (2012)

Sumber foto: drafthouse.com

Kualitas dari film Foodfight bisa langsung dinilai ketika kalian menonton trailer film ini yang berdurasi kurang dari 3 menit.

Film ini jauh dari kesan bagus dan rapi seperti yang terlihat pada film animasi Pixar, Toy Story, yang semula digadang-gadang ingin dikalahkan pamornya oleh film garapan Lawrence Kasanoff ini.

Film ini lebih terlihat seperti sebuah film animasi yang belum jadi dan dipaksakan untuk dipasarkan ke khalayak umum. Film ini bahkan disejajarkan dengan film The Room sebagai film terburuk di era modern sekarang.

Foodfight hanya mendapatkan skor 1.5/10 di IMDb, tidak mendapatkan skor Tomatometer dan skor yang diberikan penonton di Rottentomatoes pun hanya 10%.

6. Norm of the North (2016)

Sumber foto: animationmagazine.net

Norm of the North bercerita mengenai seorang beruang kutub yang datang ke New York untuk mencegah agen perumahan membangun proyek di rumahnya, Kutub Utara.

Film ini sebetulnya memiliki premis yang menarik yang juga membawa pesan positif untuk lebih menghargai lingkungan, tetapi eksekusi dari film ini jauh dari kata baik.

Norm of the North seperti mencomot bagian-bagian dari film animasi sukses seperti Minions dan Madagascar dan menggabungkannya ke dalam satu film.

Film animasi ini hanya mendapatkan rating 3.4/10 di IMDb dan 9% skor Tomatometer di Rottentomatoes.

7. The Wild (2006)

Sumber foto: youtube.com

The Wild mengambil konsep yang hampir sama dengan Madagascar, dan kurang diapresiasi oleh para kritikus yang membuatnya termasuk ke dalam film animasi yang gagal.

Bercerita mengenai perjalanan sekelompok binatang dari kebun binatang ke Afrika, film yang disponsori Disney ini sedikit sekali mendapatkan keuntungan dari bujet produksinya.

Film ini menjadi film yang disponsori oleh Walt Disney Pictures tanpa campur tangan sama sekali dari studio tersebut.

Cerita yang lama berkembang dan juga desain karakter yang mudah terlupakan ini menjadi penyebab utama film animasi hewan ini kurang sukses di pasaran.

Film The Wild yang dirilis tahun 2006 hanya mendapatkan rating 5.3/10 di IMDb dan 19% skor Tomatometer.

Akhir Kata

Itu dia 7 film animasi yang gagal mendapatkan kesuksesan di pasaran meskipun didukung oleh studio animasi terkenal.

Film animasi memang menjadi segmen pasar yang rumit karena harus bisa mengambil hati anak-anak sebagai target utamanya dan di saat yang bersamaan menarik hati orang dewasa juga.

Kegagalan sebuah film di genre tertentu memang tidak selalu bisa dihindari dikarenakan banyaknya studio film yang memproduksi film untuk pangsa pasar tersebut.

Baca juga artikel seputar Film atau artikel menarik lainnya dari Restu Wibowo.

ARTIKEL TERKAIT

15 Film Action Terbaru dan Terbaik 2022, Penuh Aksi Menegangkan!

38 Film Action Terbaik & Terbaru 2022, Seru dan Menegangkan!

35+ Film Romantis Indonesia Terbaik & Terbaru 2022, Seru & Bikin Baper!

20+ Film Barat Terbaru dan Terbaik Tahun 2021, Semuanya Wajib Nonton!

7 Cameo Paling Mengejutkan di Film Hollywood, Sosok Terkenal Semua!

7 Artis Hollywood yang Merendahkan Film Marvel, Kesal Karena Gak Diajak Main?

undefined
Kembali Keatas