Ustadz Jaka: Hukum Berpacaran di Bulan Ramadan?

Ditulis oleh Jaka - Kamis, 01 Juni 2017, 08:30
Pertanyaan yang menarik untuk dibahas, sepanjang yang Jaka ketahui, Jaka belum menemukan dalil atau hadis yang membahas secara rinci tentang larangan pacaran di dalam Islam.

Jadi Ratna bertanya:

Saya penasaran, sebenarnya apa hukumnya pacaran dalam Islam, dan bagaimana cara berpacaran di bulan Ramadan. Kita kan harus menahan makan dan minum di bulan Ramadan, apakah kita juga harus tidak bertemu pacar selama bulan Ramadan? Tolong penjelasannya.

Jawabannya:

Halo Ratna,

Pertanyaan yang menarik untuk dibahas, sepanjang yang Jaka ketahui, Jaka belum menemukan dalil atau hadits yang membahas secara rinci tentang larangan pacaran di dalam Islam. Mungkin itulah yang menyebabkan banyak orang awam yang melanggar batas-batasan pacaran selama ini.

Kalau dilihat dari kasus pacaran anak-anak jaman sekarang, Jaka bisa menyimpulkan kalau itu adalah HARAM. Tapi jika Ratna bisa membatasi seperti poin-poin di bawah, maka Ta'aruf adalah jalan terbaik.

[list] [li]Tidak melakukan perbuatan yang dapat mengarahkan kita kepada perbuatan zina, di antara perbuatan tersebut seperti berdua-duaan dengan lawan jenis di tempat yang sepi, bersentuhan termasuk bergandengan tangan, berciuman, dan lain sebagainya.[/li] [li]Tidak menyentuh lawan jenis yang bukan muhrimnya. Jangankan untuk memeluknya, hanya berjabat tangan dengan yang bukan muhrim saja itu sudah dosa.[/li] [li]Tidak berduaan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya, apalagi di dalam ruangan, karena mengakibatkan munculnya hawa nafsu.[/li] [li]Harus menjaga mata atau pandangan kita ke arah tidak menimbulkan hawa nafsu. Sebab, mata adalah kuncinya hati.[/li] [li]Menutup aurat sangat diwajibkan kepada kaum hawa/wanita, agar tidak mempertontonkan bagian dan bentuk tubuhnya. Dan sangat diharamkan untuknya menggunakan pakaian yang ketat sehingga ada bagian tubuhnya yang menonjol.[/li] [/list]

Sejatinya, Islam hanya menganjurkan umatnya untuk menjalankan Ta'aruf, yaitu masa saling kenal mengenal antara satu dengan yang lainnya, jika saling suka, ya langsung lamar kemudian menikah. Tidak seperti jaman sekarang yang melakukan pacaran bertahun-tahun dulu sembari menggali dosa, untung kalau mencapai pernikahan, dan tidak meninggalkan zina. Perlu diketahui, zina adalah dosa terbesar kedua setelah sirik.

Islam menganjurkan, jika kamu sudah memiliki penghasilan yang cukup untuk menafkahi sebuah keluarga, maka, nikahilah dia. Jika kamu masih ingin belum menikah, lebih baik tidak berpacaran, melainkan mengikuti masa Ta'aruf.

Mengenai berpacaran di bulan Ramadan, harusnya Ratna sudah bisa menyimpulkan, jika di bulan biasa saja sudah tidak diperbolehkan untuk melakukan 5 point di atas, apalagi di bulan Ramadan? Azab Allah amatlah pedih.

Wallahu'alam

BearShare Lite 5.2.5
Apps File Transfer Free Peers Inc
DOWNLOAD

ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERKAIT

Ustadz Jaka: Hukum Membaca Al-Qur'an di Aplikasi Smartphone di Toilet / WC

Ustadz Jaka: Buka Puasa Bersama atau Dosa Bersama?

Ustadz Jaka: Tetap Lanjut Makan Setelah Imsak, Bolehkah?

Ustadz Jaka: Onani Siang Hari di Bulan Ramadan

Ustadz Jaka: Hukum Keluar Sperma Saat Puasa Karena Pacaran?

Ustadz Jaka: Meninggalkan Tarawih Karena Sibuk Kerja?

APPS TERKAIT
Wirid Ibu Hamil
Apps Pustaka 2000
Quran for Android 2.7.4
Apps Quran Android
Muslim Pro: Azan, Quran, Qibla 6.5.4
Apps Muslim
Jadwal Sholat, Kiblat dan Adzan 1.0.1
Apps GITS Indonesia
undefined
Kembali Keatas