Review Film: Darkest Hour

Ditulis oleh Jaka - Selasa, 16 Januari 2018, 16:30
Awal tahun 2018, beberapa film bagus sudah dirilis di bioskop-bioskop tanah air. Salah satunya adalah Darkest Hour (2018), sebuah film tentang biografi Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill.

Awal tahun 2018, beberapa film bagus sudah dirilis di bioskop-bioskop tanah air. Salah satunya adalah Darkest Hour (2018), sebuah film tentang biografi Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill yang diperankan dengan baik oleh aktor kawakan, Gary Oldman. Akting Gary Oldman sudah tidak perlu disangsikan lagi, berpengalaman membintangi film biografi seperti Sid and Nancy (1986) serta juga pernah film berlatar kolosal sekelas Scarlet Letter (1996).

Setting film diambil pada masa awal tahun 1940-an, dimana saat itu adalah masa paling mencekam di seluruh benua Eropa saat Jerman yang dipimpin oleh Adolf Hitler memulai kampanye militernya untuk menguasai seluruh daratan benua biru tersebut. Kamu akan segera disuguhkan situasi mencekam tanpa perlu adegan berdarah-darah.

BACA JUGA
  • 10 Teknologi di Sekitarmu yang Diprediksi Bakal Punah dari Peradaban
  • 6 Game Paling Terlarang di Dunia Dengan Alasan yang Aneh
  • 6 Game Android dengan Grafis Setara PS4 Paling Ditunggu di 2018!

Pencarian Pemimpin Baru

Disutradarai oleh Joe Wright yang memang telah berpengalaman membuat film berseting Old School, seperti Anna Karennina (2012), Pan (2015), dan Atonement (2007), Darkest Hour (2018) merupakan salah satu masterpiece unggulan dari Wright. Sama seperti Anna Karennina dan Atonement, Darkest Hour pun mendapatkan review yang baik di IMDB ataupun Rotten Tomatoes.

Film ini diawali dengan perdebatan parlemen Inggris tentang ketidakbecusan Neville Chamberlein (Ronald Pickup) dalam memimpin Inggris menghadapi serbuan tantara Nazi Jerman ke seluruh Eropa.

Pencarian pemimpin baru parlemen Inggris kemudian berakhir pada sosok Winston Churchill, seorang tua menyebalkan , tetapi dianggap mampu menyatukan partai penguasa dan partai oposisi Inggris untuk bersatu menghadapi Jerman. Dianggap orang bodoh yang menyebalkan, Churchill tetap berusaha memimpin Inggris dengan semua kekuatan dan tekad yang ia miliki. Dukungan keluarganya serta asisten pribadi yang diperankan dengan apik oleh Lily James menjadi kekuatan utama Churchill.

Konflik paling dalam yang terjadi pada film ini adalah saat sebagian dari kabinet perangnya meminta perang dihentikan dengan jalan damai atau mengikuti intuisinya untuk terus berperang dengan kondisi Inggris yang sedang hancur setelah pasukan ekspedisi Inggris diluluh-lantakkan, dan baik Jerman serta Perancis memilih untuk berdamai dengan Sang Fuhrer.

Kisah Winston Churchill

Bagi yang sudah pernah membaca sejarah perang dunia atau biografi Winston Churchill, tidaklah sulit untuk menebak akhir dari film ini, tetapi meski demikian, tetap saja paduan akting Garry Oldman dan beberapa artis pendukung seperti Lily James menambah daya tarik tersendiri. Belum lagi ditambah efek CGI suasana kota London tahun 1940-an yang ditawarkan seakan membawa kita melewati lorong waktu yang benar-benar nyata.

Jangan lupa siapkan cemilan selama menonton film ini, dengan durasi 152 menit, Darkest Hour terasa seperti kepingan dari film The King s Speech (2010) dan Dunkirk (2017) dalam satu dunia yang kelam namun menakjubkan.

ADVERTISEMENT

ARTIKEL TERKAIT

7 Franchise Game Dengan Total Pendapatan Terbesar Sepanjang Masa

5 Game Paling Buruk yang Berhasil Dapatkan Keuntungan Besar

5 Gadget Terbaru di 2018 Ini Pasti Bikin Semua Orang Terpukau

5 Hal yang WAJIB Kamu Lakukan Jika Ingin Bermain Late Game di Mobile Legends

Inilah Video yang Menunjukkan Perkembangan Teknologi Menjadi Lebih Ringkas

APPS TERKAIT
CGV CINEMAS INDONESIA 4.0.7
Apps CGV blitz
CINEMAXX 1.2
Apps Cinemaxx
Cinema 21 4.1.0
Apps Cinema21
JalanTikus 2.5.2
Apps JalanTikus.com
undefined
Kembali Keatas