6 Dampak Buruk Saat HP Android Tidak Memiliki Layanan Google

Ditulis oleh Jaka - Rabu, 08 April 2020, 14:00
Smartphone berbasis Android memang tetap bisa digunakan tanpa adanya layanan dari Google. Meski begitu, ternyata ada juga dampak buruk yang akan dirasakan.

Beberapa waktu lalu, Huawei baru saja merilis dua smartphone terbarunya, yakni Huawei P40 and P40 Pro di Paris.

Uniknya, kedua smartphone ini meluncur tanpa aplikasi Google lantaran nggak memperoleh lisensi usai masuk dalam daftar hitam Amerika Serikat.

Lalu, seperti apa jadinya kalau sebuah smartphone nggak memiliki aplikasi Google? Apakah akan tetap menunjang kebutuhan penggunanya?

Dampak Buruk pada Smartphone Android Tanpa Google

Saat ini, sudah banyak layanan atau aplikasi populer yang diciptakan Google, mulai dari Play Store, Maps, hingga Podcast.

Jika sebuah smartphone berbasis Android hadir tanpa adanya layanan dari Google, tentu akan terasa ada yang kurang dan nggak lengkap.

Nah, berikut Jaka rangkum beberapa dampak negatif kalau smartphone Android nggak didukung oleh layanan dari Amerika Serikat ini.

1. OS Android, sih, tapi...

Meski nggak didukung layanan Google, sebuah smartphone masih bisa menggunakan sistem operasi Android, geng.

ADVERTISEMENT

Tapi, sistem operasi ini didapatkan melalui lisensi open-source AOSP (Android Open Source Project) yang memang terbuka bagi siapapun.

Misalnya, Android 10 adalah open source alias sistem pengembangan yang nggak dikoordinasi oleh suatu individu atau lembaga.

Artinya, smartphone tanpa Google masih bisa menjalankan sistem operasi Android asalkan memiliki lisensi. Tapi, bagaimana kalau lisensinya dicabut?

2. Tak Ada Dukungan Teknis

Google Mobile Service atau GMS diperlukan untuk mengakses aplikasi Google seperti Google Play Store, Maps, hingga Podcast.

Tapi, tanpa dukungan Google, smartphone akan terkendala untuk mengakses aplikasi tadi karena tidak adanya hak penggunaan layanan tersebut.

Selain itu, smartphone juga nggak akan mendapat dukungan teknis untuk pembaruan sistem operasi Android versi terbaru, geng.

Dengan kata lain, sejumlah layanan dan dukungan tadi memang hanya bisa digunakan kalau ada perjanjian komersil dengan Google.

3. Penggunaan Aplikasi Tidak Maksimal

Google Play Service adalah paket antarmuka pemrograman aplikasi API. Layanan ini merupakan komponen yang terpasang secara default di Android.

Gunanya adalah untuk memperbarui aplikasi Google dan berperan dalam sinkronisasi kontak, akses, dan semua pengaturan pribadi pengguna di smartphone.

Selain aplikasi bawaan Android, beberapa layanan yang bergantung pada Google Play Service nantinya nggak bisa digunakan dengan maksimal.

Pengiriman pesan dan notifikasi layanan pada aplikasi yang membutuhkan notifikasi juga kemungkinan akan terganggu, geng.

Sebab, dalam Google Play Service terdapat platform Firebase Cloud Messaging (FCM) untuk pengiriman pesan dan memunculkan notifikasi.

4. Tidak Memiliki Akses ke Aplikasi Google

Aplikasi populer besutan Google seperti Gmail, YouTube dan browser Chrome yang tersedia melalui Google Play Store nggak akan bisa digunakan.

Seperti yang dibahas tadi, layanan tersebut nggak dicakup lisensi open source AOSP sehingga smartphone Android pun nggak bisa mengaksesnya.

Agar bisa menikmati aplikasi-aplikasi tersebut, smartphone Android tentu memerlukan perjanjian komersial dengan Google.

Selain nggak bisa mengakses aplikasi tersebut, kamu nggak akan mendapatkan akses untuk pembaruannya juga, geng.

5. Menimbulkan Masalah Bagi Gamer

Saat smartphone Android nggak memiliki layanan populer dari Google, hal ini juga akan berdampak pada gamer.

Misalnya, kamu akan kesulitan log in ke akun Google Play Games yang biasanya disinkronisasi dengan game seru pada Android.

Sebab, Google Play Games juga terikat dengan layanan Google lainnya, yakni Google Play Service Framework.

Tanpa framework tersebut, kamu nggak akan bisa log in ke game yang tersinkron dengan akunmu. Kamu juga nggak akan bisa menjalankan game multiplayer.

6. Kualitas Camera2 API Menurun

Android dibekali Camera2 API yang merupakan framework bagi para pengembang pihak ketiga untuk mengakses fitur kamera seperti exposure, atau ISO.

Beberapa aplikasi yang mengandalkan framework ini pun sangat beragam, geng. Mulai dari Instagram, Facebook, hingga Snapchat.

Tanpa Google Play Service, kualitas kamera bawaan aplikasi akan menurun. Misalnya, nggak bisa menggunakan Augmented Reality atau filter pada foto.

Akhir Kata

Nah, itulah keenam dampak buruk yang akan terjadi saat smartphone Android nggak mendapatkan dukungan dari layanan Google.

Pasalnya, sejumlah layanan tadi sangat membutuhkan lisensi dan perjanjian dengan perusahaan raksasa tersebut agar dapat digunakan dengan maksimal, geng.

Baca juga artikel seputar Android atau artikel menarik lainnya dari Tia Reisha.

ARTIKEL TERKAIT

10 Aplikasi Android Lokal Karya Anak Bangsa Paling Populer di Google Play Store

10 Fasilitas Unik ini Bikin Kamu Ngebet Ingin Kerja di Google

10 Aplikasi Rahasia Google yang Jarang Orang Ketahui | No. 7 Bisa Bikin Animasi 3D!

10 Aplikasi & Game Android Terbaru yang Wajib Kamu Tahu

10 Aplikasi Android Paling Berguna yang Tidak Ada di iPhone dan iPad

10 Aplikasi Paling Berguna Untuk Pelajar Menurut Google Play Store

undefined
Kembali Keatas