Cara Membersihkan PC Tanpa Install Ulang Windows

Cara Membersihkan PC Tanpa Install Ulang Windows

Ditulis oleh Febri tanggal 21 September 2012

Cara paling mudah untuk membersihkan PC ke kondisi awal adalah dengan menggunakan program recovery yang disertakan dalam instalasi Windows. Dengan menggunakan program ini, komputer kamu akan kembali ke kondisi saat pertama kali diinstall, menghapus semua perubahan dan berbagai program yang telah kamu install sejak pertama kali digunakan.

Namun, sebagian dari kamu mungkin tidak ingin kehilangan data-data dan program yang kamu miliki. Untuk itu, kamu bisa menggunakan beberapa aplikasi yang bisa membantu kamu untuk mengembalikan komputer ke kondisi semula, dimana biasanya komputer akan berjalan lebih cepat dengan beban yang ringan. Metode ‘pembersihan’ ini akan berlangsung lebih cepat daripada harus menginstall ulang PC, apalagi jika kamu tidak ingin kehilangan data dan program yang kamu miliki.

Gunakan Windows Backup and Restore

Versi baru Windows, termasuk Windows Vista dan 7, memiliki fitur Backup and Restore pada control panel yang memungkinkan kamu untuk mengembalikan komputer pada kondisi awal dengan menggunakan pilihan Open System Restore.

Fitur ini sangat mudah digunakan. Namun untuk menggunakannya, kamu memerlukan restore point yang telah disimpan sebelumnya. Untuk komputer built-up, biasanya restore point seperti ini sudah disediakan. Lalu apa yang terjadi jika ternyata restore point ini tidak tersedia pada komputer kamu? Kamu tidak bisa menggunakan fitur ini karena Windows tidak bisa menemukan restore point untuk dikembalikan. Nah, bagi pemilik komputer yang tidak memiliki restore point, kamu bisa mengikuti langkah-langkah dibawah untuk mengembalikan komputer ke kondisi awal, agar komputer berjalan lebih cepat dan ringan.

Uninstall Program yang Tidak Dibutuhkan

Semakin banyak program atau software yang kamu install ke dalam PC, akan semakin membebani PC sehingga mengurangi performa secara keseluruhan. Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah menghapus atau uninstall program yang tidak kamu butuhkan atau bahkan sudah tidak dipakai sama sekali. Langkah ini seringkali akan meningkatkan performa PC kamu dan tentunya mengurangi kapasitas yang terpakai pada hard drive.

Sebagian besar software dapat di-uninstall menggunakan tool Programs and Feature yang terdapat di Control Panel, namun beberapa program terkadang tidak dapat langsung dihilangkan begitu saja. Untuk menghapus program semacam ini, kamu bisa menggunakan software uninstaller seperti Revo Uninstaller yang merupakan program favorit kebanyakan orang.

Bersihkan Registry Windows

Program atau software yang telah kamu hapus/ uninstall dari PC, terkadang registry entry untuk program tersebut masih terdapat dalam sistem. Sehingga semakin banyak program yang kamu install, maka registry kamu akan semakin bertambah dan ini dapat membebani komputer secara keseluruhan.

Kamu bisa menggunakan berbagai software registry cleaner yang bisa di-download secara gratis, seperti Wise Registry Cleaner. Namun sebelum menjalankan program semacam ini, ada baiknya kamu membuat Windows backup menggunakan fitur Backup and Restore karena perubahan registry merupakan hal yang krusial. Apabila terdapat kesalahan dalam registry, PC dapat mengalami kerusakan yang parah. Untuk itu, selalu siapkan backup registry sebelumnya sehingga apabila terjadi kesalahan, kamu bisa mengembalikan data-data tersebut.

Non-aktifkan Program Start-up

Setelah melakukan kedua langkah diatas, mungkin kamu masih memiliki masalah lain, yaitu waktu booting yang lama yang biasanya terjadi apabila kamu memiliki banyak program terinstall pada PC. Ketika pertama kali dinyalakan, program-program ini biasanya akan berjalan secara bersamaan sehingga mengurangi performa start-up.

Untuk menon-aktifkan program start-up, klik Start, kemudian pada kotak search, ketikkan “msconfig”. Arahkan ke tab Startup dan lihat program yang terdapat dalam daftar tersebut. Program yang ada di daftar adalah program yang secara otomatis dijalankan ketika kamu menyalakan komputer. Kamu bisa menonaktifkan program saat startup dengan menghilangkan centang yang ada di sebelah kiri masing-masing program. Klik OK untuk menyetujui.

Restore Windows Default Seringkali ketika menggunakan komputer, kamu melakukan perubahan fitur Windows disana sini. Tentunya tidak mudah untuk memeriksa satu persatu fitur Windows apa saja yang telah dirubah. Namun dibawah ini merupakan beberapa fitur yang seringkali dirubah secara umum.

Browser Default Jika kamu menggunakan Internet Explorer, gunakan menu Internet Options di Control Panel Windows. Disini, terdapat tombol Default untuk Security, Privacy, Programs dan Advanced. Google Chrome dan Firefox juga memiliki tombol serupa di dalam menu Options.

Firewall Default Menu Windows Firewall dapat diakses melalui Control Panel. Disini, terdapat pilihan Restore Firewall Default di bagian kiri. Jangan gunakan pilihan ini jika kamu sudah secara pasti menentukan pilihan Firewall sebelumnya.

Folder Folder Options dapat kamu akses melalui Control Panel. Pilihan Restore Default terdapat di bagian kanan bawah.

Libraries Klik kanan pada ikon Libraries kemudian klik Restore Default Libraries. Ikon ini bisa kamu temukan di bagian kiri Windows Explorer.

Start Menu Kembalikan pengaturan Start Menu dengan klik kanan pada ikon Start, klik Properties kemudian klik tombol Customize. Klik tombol Use Default Setting yang terdapat di bagian bawah jendela Customize Start Menu.

Taskbar Klik kanan pada Taskbar, kemudian klik Properties. Disini tidak terdapat tombol Default. Pengaturan default taskbar adalah sebagai berikut : semua centang pada Taskbar Appearance dihilangkan, Taskbar Location adalah Bottom, Taskbar button adalah Always Combine, hide labels.

Remove Device dan Printer yang Tidak Digunakan Pada bagian Device dan Printer di Control Panel, hilangkan perangkat dan printer yang sudah tidak kamu gunakan lagi.

Langkah-langkah diatas akan membantu komputer kamu untuk kembali hampir ke kondisi awal dimana komputer akan menjadi lebih cepat dan responsif. Tentunya tidak seefektif jika kamu melakukan instalasi ulang Windows, namun sangat berguna jika kamu hanya ingin membersihkan komputer kamu agar menjadi lebih cepat dan tertata.

Namun jika PC kamu terkena malware, ada baiknya kamu melakukan instalasi ulang Windows untuk membersihkan malware secara total.

INGIN POSTING ULANG ARTIKEL INI DI WEB/BLOG KAMU?
copied!

Komentar Anda